Batamclick.com,
Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepulauan Riau menggelar Sarasehan Pariwisata yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Ocean Garden Restaurant, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi antara jurnalis dan para pelaku industri pariwisata untuk membahas perkembangan sektor pariwisata di Kepri.
Sarasehan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan pariwisata di Kepulauan Riau. Di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, perwakilan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kepri, Febriansyah, Ketua Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Tatik, perwakilan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (APPI) Kepri, Fitri Sinambela, Ketua Asosiasi Pramuwisata Madani (APM) Kepri, Rohaizat, Direktur LSP Barelang, Ryan Liyanto, Direktur LPK Sieva, Fandi Iood, GM Gold Coast Ferry Terminal Rusliden, MECA Golf Tour and Travel, Enly, pemilik KEK Lapis Tiara, Antoni, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat silaturahmi antar pelaku industri sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata di Kepulauan Riau. Dalam diskusi tersebut, peserta juga menyoroti dinamika global yang dinilai berpotensi memengaruhi industri pariwisata, termasuk konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia.
Kondisi tersebut, menurut sejumlah pelaku usaha, turut berimbas pada kenaikan biaya operasional transportasi laut, termasuk harga tiket kapal feri rute Batam–Singapura. Hal ini menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan salah satu akses utama wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam.
Selain membahas dampak situasi global, sarasehan juga menghasilkan sejumlah masukan kepada pemerintah sebagai regulator agar lebih proaktif dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi pelaku industri pariwisata. Para peserta bahkan mendorong agar sejumlah regulasi yang sudah ada dapat ditinjau kembali atau direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.
Ketua Forum Jurnalis Pariwisata Kepulauan Riau, Novianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan memberikan pandangan konstruktif bagi perkembangan pariwisata daerah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dapat menghasilkan gagasan serta masukan konkret bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pariwisata di Kepulauan Riau.
“Mudah-mudahan acara ini dapat kita gelar kembali dengan tema yang lebih besar,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengapresiasi inisiatif FJP Kepri yang menghadirkan forum diskusi antara media dan pelaku industri pariwisata. Menurutnya, kegiatan yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan perlu dilakukan agar dapat menghasilkan perspektif yang lebih luas, terutama di tengah tekanan kondisi global yang belakangan cukup dinamis dan berdampak pada sektor pariwisata.
Meski demikian, Ardi tetap optimistis target kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, pada tahun 2026 dapat tercapai.
Terkait kenaikan harga tiket feri menuju Singapura, Ardi mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti kenaikan tersebut. Ia menilai kenaikan harga tiket kemungkinan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kenaikan harga bahan bakar, tetapi juga faktor operasional lainnya.
“Komponen tiket banyak. Selain bahan bakar ada gaji, operasional, lebuh dan sebagainya. Tapi kita akan sikapi ini dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya,” kata Ardi.
Di sisi lain, General Manager Gold Coast Ferry Terminal Bengkong, Rusliden, berharap situasi global yang memengaruhi harga bahan bakar dapat segera mereda sehingga tarif tiket feri kembali normal. Menurutnya, saat ini kenaikan harga tiket masih bersifat sementara.
Ia juga menggambarkan kondisi operasional di pelabuhan selama Ramadan. Selain dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar, jumlah penumpang juga cenderung menurun sehingga operator feri melakukan penyesuaian jadwal perjalanan.
“Biasanya dalam sehari ada lima trip, namun saat Ramadan ini dikurangi menjadi tiga trip per hari,” ujarnya.
Sarasehan tersebut diakhiri dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana akrab, sekaligus memperkuat kolaborasi antara media dan pelaku industri dalam mendorong kemajuan pariwisata di Kepulauan Riau.








