Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam akan Hadir di Travel Bubble

BATAMCLICK.COM: Pemerintah Indonesia dan Singapura telah sepakat menjadikan Nongsa-Batam dana Lagoi-Bintan sebaga bubble di Indonesia yang bisa dikunjungi wisatawan dari Singapura dan Singapura secara menyeluruh sebagai bubble di Singapura yang bisa dikunjungi wisatawan Indonesia.

Tiga lokasi ini lah yang dinamakan travel bubble Indonesia-Singapura, selain Bali.

Wisatawan Singapura yang masuk melalui jalur bubble ini, tidak bisa keluar dari wilayah Nongsa, kalau dia ke Batam, dan tidak boleh keluar dari Lagoi, jika merekaberkunjung ke Bintan. Begitu juga dengan WNI yang berwisata ke Singapura, mereka tidak bisa menggunakan fasilitas travel bubble untuk melanjutkan kunjungan ke negara lain.

Pintu gerbang sudah dibuka, wisatawan sudah bisa datang, namun ada sedikit ganjalan, karena bicara pariwisata, tentu bicara soal pelaku wisata, yang di dalamnya ada pengusaha tempat wisata, pengusaha hotel, pengusaha tempat hiburan dan pengusaha makan minum. Bagaimana nasib mereka yang tidak berada di dalam bubble Nongsa?

BACA JUGA:   VENISIAN MALL BEKERJASAMA DENGAN KONSULTAN RITEL ASAL INGGRIS (SAVILLS)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardi Winata mengaku terus kepikiran akan hal tersebut.

Untuk itu, ia mencari celah agar bisa mengkolaborasikan antara pengusaha wisata yang ada di Nongsa dengan pengusaha-pengusaha wisata yang kegiatan usahany di luar nongsa.

“Itu yang sedang kami pikirkan dan kami rancang, agar pelaku-pelaku usaha di luar bubble (Nongsa) juga dapat merasakan juga geliat usaha wisata,” harapnya.

Salah satu yang sedang dirancang oleh Ardi, memasukkan kuliner-kuliner khas Melayu Batam, maupun makanan-makanan tradisional kuliner Nusantara ke wilayah bubble.

“Bukan tidak mungkin nanti ada stand atau konter Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam di kawasan wisata Nongsa,” sebutnya.

BACA JUGA:   Jadi Sarana Komsos Anggota Satgas Dengan Warga Saat Istirahat di Lokasi TMMD

Sehingga, wisatawan dapat menikmati makanan dan minuman khas Melayu Belakang Padang, tanpa harus keluar dari wilayah Nongsa, karena memang tidak memungkinkan.

Ela (pegang mik) pemilik Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam

“Jadi waau pun mereka itu berada di Nongsa, tapi kita akan ciptakan atmosfer, seolah-olah dia berada di Batamcentre, Batuaji, Bengkong, Sekupang, Belakang Padang dan daerah-daerah di Batam lainnya. Ini yang kami sedang rancangkan,” ujarnya.

Hal ini bisa terwujud menurut Ardi jika ada kerja sama yang baik dan tentunya mendapat izin dari pemerintah pusat.

“Kita akan ikuti aturan main, jika memang semua makanan dan minuman yang dijual di lokasi bubble itu memiliki kreteria dan standar tertentu, dalam segi keamanan dan kesterilan, ya misalnya harus melalui proses karantina dalan lain sebagainya, maka akan kita tempuh jalur itu, yang penting pelaku wisata Batam yang hampir 2 tahun puasa ini bisa kembali bergeliat dan semangat,” jelasnya, saat bincang-bincang santai dengan pelaku usaha dan media di Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam, Komplek KBC, Batamcentre.

BACA JUGA:   Rudi Hadiri Pisah Sambut Pangkogabwilhan I

Pada kesempatan itu, Ardi juga memberikan semangat dan apresiasi kepada Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam yang eksis bahkan dapat berkembang dari yang semula warungnya hanya 1 ruko menjadi 2 ruko, meski pada masa pandemi.

“Semangat Teh Tarik Belakang Padang Melawa Batam ini perlu kita acungkan jempol bersama, mereka gigih dalam memasarkan, dan memang kualitas rasa dari menu-menu yang disajikan itu juga luar biasa. Semoga terus berkembang dan menjadi brand ambassador Batam di bidang kuliner Batam bahkan Kepri kedepannya,” tutup Ardi.(bos)