BATAMCLICK.COM: Ketahanan pangan Kepri kembali menjadi sorotan ketika distribusi bahan pangan terganggu akibat banjir dan longsor di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Kondisi ini mendorong Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, untuk mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan alternatif.
Gangguan Pasokan Jadi Alarm Awal
Selama ini kebutuhan pokok Kepri sangat bergantung pada daerah lain. Namun cuaca ekstrem yang melanda dua provinsi pemasok utama membuat alur logistik ke Kepri terhambat. Ansar pun mendorong masyarakat mulai menanam cabai, kangkung, sawi, dan sayur cepat panen lainnya untuk kebutuhan harian.
Contoh dari Rumah Gubernur
Tidak sekadar ajakan, Ansar mencontohkannya langsung. Ia menanam cabai rawit, cabai hijau, dan cabai merah di pekarangan rumah. Sudah 15 pohon cabai tumbuh subur dan beberapa kali panen, menghasilkan dua hingga tiga ons setiap kali panen. “Minimal untuk makan di rumah sendiri,” ujarnya.
Dasawisma Dihidupkan Kembali
Ansar juga meminta bupati dan wali kota se-Kepri untuk mengaktifkan kembali program Dasawisma, sebagai sarana pemberdayaan masyarakat untuk menanam sayur dan tanaman bergizi guna memperkuat konsumsi keluarga, terutama anak-anak.
Lahan Terbatas, Strategi Harus Kreatif
Dengan wilayah yang 98 persen merupakan laut, Kepri hanya memiliki sedikit lahan daratan. Karena itu, pemanfaatan pekarangan rumah menjadi strategi penting dalam menjawab tantangan pemenuhan pangan.
Kerja Sama Antarwilayah Terus Diperkuat
Selain menggerakkan masyarakat, Pemprov Kepri terus memperkuat kerja sama pasokan pangan. Salah satunya melalui misi dagang dengan Jawa Timur yang memasok beras, bawang, cabai, dan ayam beku untuk masyarakat Kepri.
Sumber: Antara








