BATAMCLICK.COM – Bupati Karimun Iskandarsyah mengatakan, kebutuhan beras di Kabupaten Karimun mencapai 2.160 ton per bulan, jumlah tersebut sudah termasuk untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Dari jumlah kebutuhan beras per bulan 2.160 ton ini, diperlukan sinergi antara Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Karimun dengan pemeirntah daerah, untuk menekan harga beras dan menjaga kelancaran distribusi,” ujar Iskandarsyah saat menghadiri pelantikan pengurus DPC Perpadi Kabupaten Karimun, Rabu (9/9/2026) di Gedung Nasional.
Menurut Iskandarsyah, beras merupakan salah satu komoditas inti yang sangat mempengaruhi laju inflasi daerah.
“Karena kebutuhan beras kita sangat besar, ditambah dengan alur transportasi dan distribusi logistik barang tersendat sebagaimana pengalaman kita sebelumnya, maka harga beras berpotensi naik dan memicu inflasi,” ungkapnya.
Iskandarsyah mengaku optimism terhadap potensi budidaya padi di daerah, seperti yang pernah berhasil dipanen di Kecamatan Moro dan Kecamatan Kundur Barat. Kendati wilayah Kabupaten Karimun merupakan kepulauan dan secara hitung-hitungannya dalam pembiayaan awal belum sepenuhnya menguntungkan.
“Tapi kita harus terus mencoba dan mendorong budidaya padi ini. Mungin dengan sentuhan teknologi pertanian yang tepat, lahan satu hektare bisa menghasilkan tujuh hingga delapan ton. Daripada tanah ditumbuhi lalang, lebih baik dijadikan lahan produktif menanam padi,” ucapnya.
Iskandarsyah juga menyebutkan, sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung keberlanjutan pertanian daerah, Pemkab Karimun berencana mengalokasikan anggaran bantuan penyediaan bantuan pupuk untuk tahun 2027 mendatang, yang diperkirakan mencapai Rp5 Miliar lebih, termasuk juga melaukan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para petani.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karimun kami ucapkan selamat atas dilantiknya jajaran kepengurusan DPC PERPADI Kabupaten Karimun yang baru. Harapan kami keberadaan organisasi ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras,” kata Iskandarsyah.
Sementara itu, Ketua DPC PERPADI Kabupaten Karimun, Ahmad Suhartoni Damanik yang baru saja dilantik, mengaku siap bersinergi dengan pemerintah daerah, pengusaha, serta para petani lokal.
“Langkah awal kita adalah menyiapkan SDM dan mengedukasi masyarakat, agar lebih mengenal budidaya padi. Kami siap berkolaborasi untuk mensukseskan program swasembada pangan, yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” ungkapnya.(*)










