Serunya Berfoto dan Belajar Sejarah Alutsista di Monumen Tri Matra

BATAMCLICK.COM, TANJUNGPINANG- Setelah Tugu Air Mancur, kini di Dompak bertambah lagi satu monumen yang jadi tujuan masyarakat Tanjungpinang. Meskipun belum rampung dan belum diresmikan, yang menampilkan Alutsista tersebut sudah menjadi idola baru bagi masyarakat yang ingin bersantai bersama keluarga.

Bundaran di dekat Gelora Sri Tribuana tersebut diberi nama Monumen Tri Matra. Yang dalam Bahasa Indonesia berarti berukuran tiga atau tiga dimensi. Dalam hal ini tiga dimensi yang dimaksud adalah darat, laut dan udara.

Memang monument tersebut adalah sumbangsih dari TNI. Karena tak jauh dari monument tersebut, akan berdiri Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan). Tri Matra tersebut diwujudkan dengan tank sebagai simbol darat, kapal sebagai simbol laut dan pesawat merupakan simbol udara. 

BACA JUGA:   Cen Sui Lan Resmikan Pengaspalan Jalan Nusantara City 1, Mantan Wali Kota Tanjungpinang Tak Kuasa Tahan Haru

Ketiga alat utama sistem pertahanan (Alutsista) tersebut didatangkan dari luar Tanjungpinang. Yaitu tank AMX 13 didatangkan dari Jakarta, pesawat F5 dari Yogyakarta. Sedangkan KRI Matjan Tutul adalah replika dari Alutsista yang bersejarah. Replika KRI Matjan Tutul tersebut dibuat di Batam. 

Sambil bersantai dengan keluarga, masyarakat terutama anak-anak dapat mempelajari sejarah tiga Alutsista yang dipamerkan tersebut. Mulai dari tahun dan asal negara produksi, hingga operasi yang pernah dilaksanakan.

Kini monument tersebut menjadi tujuan menarik bagi anak-anak, terutama setiap akhir pekan dan hari libur. Seperti Sabiya (4), yang sengaja bangun lebih awal dari biasanya untuk melihat secara langsung pesawat F-5 E Tiger buatan Amerika.

BACA JUGA:   Wadanlantamal IV Pimpin Rapat Proses Pembangunan Zona Integritas Dan Reformasi Birokrasi

“Menserukan sekali,” ujar Sabiya yang asyik berfoto di pesawat, kapal dan juga tank, Minggu (3/10). Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga tak ingin ketinggalan berfoto. Namun saat berkunjung ke monument tersebut, diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *