Ditikam Jarum Setiap Hari, Anakku Diserang Diabetes

Kisah mengharukan seorang ibu yang berjuang demi anak penderita diabetes anak tipe 1, menghadapi jarum suntik, stigma, dan aturan demi keselamatan buah hati.
Kisah mengharukan seorang ibu yang berjuang demi anak penderita diabetes anak tipe 1, menghadapi jarum suntik, stigma, dan aturan demi keselamatan buah hati.

BATAMCLICK.COM: Siapa orang tua yang tega ketika anaknya divonis sakit dan harus diobati seumur hidup? Diabetes Anak. Pergulatan hati itu dirasakan oleh Kim Mi-ra (Choi Ji-woo) sebagai ibu dari bocah 12 tahun, Dong Myeong (Ko Dong-ha), yang dinyatakan menderita diabetes tipe 1.

Pada umumnya, penderita diabetes adalah orang-orang lanjut dewasa yang menjalani gaya hidup tidak sehat atau disebabkan faktor keturunan. Namun, diabetes tipe 1 tidak melulu menimpa orang yang kegemukan, kurang aktivitas fisik, atau terlalu banyak menyantap makanan manis.

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun yang membuat tubuh sulit atau sama sekali tidak bisa memproduksi insulin. Penderitanya bervariasi, termasuk anak-anak yang masih belia.

Penderita diabetes tipe 1 bisa hidup normal asalkan disiplin dalam mengatur pola makan dan gaya hidup. Namun, ini tetap menjadi tantangan bagi orang tua yang ingin anaknya bisa bebas beraktivitas tanpa terhambat oleh penyakit.

Hati Kim Mi-ra hancur ketika putranya yang aktif bermain baseball pingsan di sekolah. Pemeriksaan dokter menyatakan buah hatinya diabetes. Memonitor gula darah setiap beberapa jam sangat penting. Tusukan demi tusukan harus dijalani putranya yang takut dengan jarum suntik.

Kehidupan normalnya berubah. Siklus pemeriksaan gula darah dan injeksi insulin selalu mewarnai hari-hari Dong-myeong.

Tak kuasa melihat penderitaan sang putra yang harus ditusuk hingga 20 kali sehari, Kim Mi-ra yang bekerja sebagai insinyur mencari alternatif untuk memudahkan hidup anaknya.

Ia mencari informasi di dunia maya dan menemukan ada perangkat khusus yang bisa memonitor gula darah tanpa harus menusuk ujung jari beberapa kali sehari.

Perangkat itu ditempelkan di lengan pasien yang akan terhubung dengan perangkat dan ponsel pintar. Melalui layar digital, pengguna bisa memantau gula darah secara mutakhir.

Jika ada anomali, mereka bisa melakukan intervensi agar tidak ada hal-hal yang tak diinginkan, seperti hipoglikemia atau kondisi saat kadar gula darah di bawah batas normal.

Sebelum mendapatkan alat tersebut, Mi-ra tidak bisa hidup dengan tenang. Ia selalu mengkhawatirkan kondisi putranya, khawatir buah hatinya mendadak pingsan dan bisa berujung koma serta kehilangan nyawa.

Mi-ra mengimpornya sendiri, kemudian memodifikasi perangkat agar bisa memonitor ke semua perangkat yang ia punya. Dengan demikian, ia dan suami serta anaknya bisa memantau kondisi gula darah meski sedang terpisah di kantor dan sekolah.

Dengan latar belakang insinyur, Mi-ra melakukan eksperimen di rumah layaknya karakter MacGyver yang bisa membuat apa saja menjadi barang berguna.

Sejenak, Ia Bisa Bernapas Lega

Mi-ra menyadari, dia bukan satu-satunya orangtua dengan anak diabetes tipe 1. Keberhasilannya mendapatkan perangkat tersebut dia bagikan di forum internet. Satu demi satu orang tua yang merasakan kesulitan sama seperti Mi-ra meminta bantuan. Mereka memesan alat tersebut melalui Mi-ra.

Tak terasa, jumlah orangtua yang mengandalkan bantuan Mi-ra pun bertambah. Rumah Mi-ra berubah jadi ruang seminar kecil-kecilan. Mi-ra berbagi ilmu dan cara menggunakan alat tersebut.

Masalahnya, perangkat khusus itu belum resmi masuk ke Korea. Niat baik Mi-ra ternyata bertentangan dengan hukum. Ia dianggap melanggar aturan karena dituduh melakukan impor ilegal.

Kisah Nyata

“Sugar” diangkat dari kisah nyata keluarga yang menavigasi hidup setelah buah hati mereka dinyatakan diabetes tipe 1. Choi Ji-woo memerankan karakter yang terinspirasi dari kisah Kim Mi-young yang saat ini jadi kepala Korean Society of Type 1 Diabetes.

Ia adalah ibu dari anak yang divonis penyakit tersebut saat berusia tiga tahun. Kim Mi-young diadukan dan harus menjalani penyelidikan karena dianggap melanggar Undang Undang Perangkat Medis hingga berhadapan dengan kejaksaan. Tuntutannya kemudian ditangguhkan.

Aktris Choi Ji-woo, yang dikenal sebagai pemeran utama “Winter Sonata”, salah satu drama Korea Selatan pertama yang masuk ke televisi Indonesia, masih punya pembawaan melankolis, sesuai dengan karakter ibu yang memperjuangkan hidup anaknya agar jadi lebih baik.

Rasa frustrasi Mi-ra ketika dihadapi tuntutan hukum karena mencoba membantu orang lain tanpa menunggu regulasi agar produk kesehatan tersebut masuk dulu secara resmi ke Korea benar-benar terasa ke penonton.

Ia bahkan harus menghadapi tudingan dari orang terdekat, yang menuduh garis keturunannya membuat anak tak bersalah harus mengidap penyakit. Dengan sabar, Mi-ra menjelaskan bahwa diabetes tipe 1 bisa dianggap seperti “kecelakaan mobil”, sebuah insiden yang bisa terjadi kapan saja kepada siapa pun.

Adegan itu juga sedikit menggambarkan belum semua orang memahami perbedaan dari diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang diakibatkan gaya hidup tidak sehat.

Bagi para pemeran, termasuk aktor cilik Ko Dong-ha, ini juga kali pertamanya mendengar soal penyakit diabetes tipe 1. Ko Dong-ha mendalami karakter dengan mendengarkan kisah-kisah banyak pasien, kemudian menuangkannya ke dalam akting yang solid.

Belajar dari pengalaman pasien-pasien di dunia nyata, dia menciptakan karakter yang lebih sering memendam perasaan demi keluarganya.

Film ini juga menggambarkan dinamika kehidupan keluarga dengan anggota diabetes tipe 1. Di samping orang tua yang berjuang mati-matian, ada anak yang harus menerima kehidupan barunya, berjuang agar bisa merasa normal, bebas diskriminasi, dan yang pasti bisa bermain dan mengejar mimpi seperti teman-temannya yang lain.

Sebelum tumbuh dewasa, kadang anak-anak tidak memahami apa arti perilaku orang tua yang mengatakan “ini semua untuk kebaikanmu”. Dong Myeong pun sempat merasa terkekang, tidak boleh makan tteokbokki dan minuman manis favoritnya. Tapi pada akhirnya dia menyadari semua itu berakar dari kasih sayang orang tua yang menginginkan hal terbaik untuk anak.

Film ini disutradarai oleh Choi Sin-chun yang juga mengidap penyakit diabetes tipe 1 sejak kelas 6 SD.

“Sugar” bukan sekadar hiburan, tetapi medium untuk meningkatkan kesadaran soal diabetes tipe 1 yang juga dialami anak-anak Indonesia. Berdasarkan data program Changing Diabetes in Children dari tahun 2021 hingga 2025, ada 2.085 anak penderita diabetes tipe 1 di Indonesia.