Batamclick.com,
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) triwulan III-2026 meningkat menjadi 7,52 persen dibanding periode triwulan III-2025 (year on year/y-on-y) yang tumbuh sebesar 7,48 persen.
“Perekonomian Kepri triwulan III-2026 diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp107,15 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp59,86 triliun,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati, di Tanjungpinang, Kamis.
Dia menjelaskan dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan III-2026 didorong oleh kategori industri pengolahan yang memiliki andil pertumbuhan sebesar 3,18 persen, dan kategori konstruksi yang memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,25 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, kata dia, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi mempunyai andil pertumbuhan sebesar 2,38 persen, dan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) dengan andil sebesar 1,60 persen.
Lebih lanjut Margaretha menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan III-2026 dibandingkan dengan triwulan II-2026 (q-to-q) juga tumbuh sebesar 1,35 persen.
Menurutnya lagi, pertumbuhan ekonomi Kepri secara q-to-q menjadi yang tertinggi se-Pulau Sumatera, dengan memberikan kontribusi PDRB sebesar 7,15 persen.
“Untuk pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota se-Kepri, akan dirilis Desember 2026,” ujar Margaretha.
Secara terpisah, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan pemerintah daerah terus memacu target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen hingga akhir tahun 2026, sesuai target nasional. Salah satunya dengan menggenjot target investasi Rp86 triliun di tahun ini.
Ia menyebut ada beberapa target investasi besar di Kepri, antara lain pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Kemudian, rencana investasi baru di Kabupaten Bintan, seperti pembangunan kawasan industri petrokimia di Pulai Poto, dan pengembangan industri baja di Pulau Numbing.
Pemerintah daerah juga mendorong realisasi investasi KEK Thiansan di Kabupaten Lingga, yang sudah masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Berikutnya, mendorong pengembangan industri rumput laut di Dabo Singkep, Lingga, dengan target mencapai 5.000 hektare. Kawasan ini dikelola investor lokal asal Jawa Barat.
Demikian pula dengan pengembangan industri rumput laut di Kabupaten Anambas yang dalam waktu dekat sudah dimulai pembibitannya, dengan target penjualan 300 ribu ton per tahun.
“Kita terus berupaya melakukan pemerataan investasi di seluruh wilayah Kepri agar pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ansar.
Sumber, Antara










