Batamclick.com,
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mulai membangun proyek strategis Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang ditandai dengan penandatangan kontrak kerja bersama kontraktor pelaksana proyek tersebut.
“Hari ini kita sudah tanda tangan kontrak kerja, setelahnya langsung dimulai pembangunan fisik tahap awal di lapangan,” kata Kepala Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri Rodi Yantari di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kamis.
Ia menyatakan pekerjaan tahap awal difokuskan pada mobilisasi alat berat, pembukaan akses jalan, serta pematangan lahan lokasi bangunan di Pulau Penyengat.
Selain itu, kontraktor pelaksana didampingi tim manajemen konstruksi berencana membuat sumur bor di lokasi proyek guna memenuhi pasokan sumber air bersih, mengingat karakteristik Pulau Penyengat, berupa wilayah kepulauan yang terpisah dengan pusat ibu kota, Tanjungpinang.
“Kontraktor dijadwalkan segera menurunkan mesin bored pile dan kran pemancang untuk penguatan fondasi struktur utama bangunan,” ujar dia.
Dia menjelaskan pekerjaan konstruksi skala penuh diperkirakan mulai aktif pada awal September 2026, setelah seluruh tahapan pekerjaan awal selesai.
Ia menegaskan proyek ini memprioritaskan para pekerja lokal sesuai keahlian dan kebutuhan di lapangan, kecuali untuk pekerjaan yang memang membutuhkan keahlian tertentu, akan didatangkan langsung oleh kontraktor pelaksana.
“Kita juga memanfaatkan pasokan material lokal guna mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Rodi mengutarakan proyek Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat dikerjakan oleh perusahaan konstruksi asal Jakarta, yakni PT Himindo Cipta Mandiri, dengan nilai Rp99,9 miliar.
Perusahaan tersebut dinilai berkompeten dan berpengalaman dalam membangun berbagai monumen, museum, hingga rumah sakit di tanah air.
“Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027,” katanya.
Dinas PUPP Kepri menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, BPKP, dan Inspektorat untuk melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap pembangunan proyek tahun jamak tersebut.
Langkah ini diambil dengan tujuan menjamin seluruh tahapan pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan transparan.
“Karena ini proyek strategis, maka semua stakeholder terkait kita libatkan agar pekerjaannya berjalan aman dan lancar,” katanya.
Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat diharapkan menjadi simbol pengakuan nasional terhadap kontribusi besar Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Pulau kecil di seberang pusat Kota Tanjungpinang itu telah memberikan sumbangsih besar bagi persatuan dan kesatuan bangsa melalui bahasa Melayu, sebagai cikal bakal lahirnya bahasa nasional bahasa Indonesia.
“Kita ingin warisan sejarah, budaya, dan bahasa yang lahir dari Pulau Penyengat semakin dikenal masyarakat nasional maupun internasional, sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke pulau ini,” demikian Rodi.
Sumber, Antara









