Batamclick.com, BATAM – Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi masyarakat pesisir dan pulau terpencil di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) kini semakin tertib dan tepat sasaran. Hal tersebut tidak lepas dari pengawalan ketat dan pendampingan aktif yang dilakukan oleh prajurit perbatasan TNI Angkatan Laut (TNI AL) jajaran Kodaeral IV.
Apresiasi mendalam terhadap komitmen TNI AL ini disampaikan langsung oleh Lurah Ngenang, Sulaiman. Ia menilai, kehadiran prajurit di tengah masyarakat pulau terluar memberikan dampak ekonomi yang sangat positif, khususnya bagi para pencari nafkah di laut.
Kawal Koperasi Bot, Cegah Penyalahgunaan BBM
Menurut Sulaiman, salah satu wujud nyata dukungan Kodaeral IV adalah pendampingan intensif terhadap Koperasi Penambang Boat Bahtera Sejahtera. Petugas ikut mengawal langsung dari awal hingga akhir proses distribusi BBM bersubsidi di lapangan.
“Langkah pendampingan dari TNI AL ini sangat krusial. Tujuannya jelas, untuk memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat pesisir yang berhak, sekaligus mencegah adanya celah penyalahgunaan yang bisa memicu penghentian kuota subsidi dari pusat,” ujar Sulaiman.
Sulaiman menambahkan, jajaran Kodaeral IV juga secara konsisten menjembatani komunikasi dan sosialisasi program Pertamina, Pemerintah Kecamatan Belakang Padang, hingga pihak SPBU Kabil. Sinergi antarinstansi ini dinilai menjadi kunci utama dalam mengurai benang kusut permasalahan energi yang kerap dihadapi masyarakat maritim.
Di luar urusan bahan bakar, Sulaiman menguraikan bahwa peran prajurit Kodaeral IV telah menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial kemasyarakatan melalui program Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar).
Aktivitas pembinaan teritorial laut tersebut meliputi:
– Penyelesaian Masalah Lokal: Membantu memediasi dan mencari solusi atas persoalan harian warga pulau binaan.
– Peningkatan Kesejahteraan: Mendukung penuh program pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan ekonomi pesisir.
– Rasa Aman yang Nyata: Menghadirkan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan laut yang rawan aktivitas ilegal.
Berkat ketertiban distribusi yang dikawal oleh petugas, para penambang bot kini dapat bekerja dengan tenang tanpa dihantui kelangkaan solar atau bensin bersubsidi. Aktivitas transportasi dan pencarian nafkah harian pun berjalan jauh lebih lancar.
Pihak kelurahan berharap kolaborasi erat yang berlandaskan profesionalisme ini dapat terus dipertahankan ke depan. Sinergi kokoh antara aparat TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal adalah fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan serta menjaga stabilitas wilayah maritim Indonesia.









