PESAN GUBERNUR ANSAR: JANGAN BOROS PANGAN

Gubernur Ansar mengajak masyarakat mengurangi pemborosan pangan. Pemprov Kepri menjalankan Gerakan Selamatkan Pangan melalui tujuh langkah utama untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Gubernur Ansar mengajak masyarakat mengurangi pemborosan pangan. Pemprov Kepri menjalankan Gerakan Selamatkan Pangan melalui tujuh langkah utama untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Gerakan Selamatkan Pangan untuk Kepri yang Lebih Efisien

Gubernur Ansar menegaskan pentingnya mengurangi pemborosan pangan sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan Kepri. Ia menyampaikan hal itu di Tanjungpinang saat mengingatkan masyarakat bahwa efisiensi pangan sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo dalam mendorong swasembada dan stabilitas pangan nasional.

Ansar mengungkapkan bahwa Indonesia setiap tahun membuang makanan hingga Rp150 triliun. Karena itu, Pemprov Kepri menggencarkan Gerakan Selamatkan Pangan dengan berbagai upaya, mulai dari mencegah food waste hingga mengalihkan makanan tidak layak konsumsi menjadi pakan ternak, kompos, atau bahan industri.

Tujuh Langkah Pencegahan Boros Pangan ala Gubernur Ansar

Gubernur Ansar meminta penyedia rumah makan, terutama rumah makan Padang, menyesuaikan porsi makanan dengan kebutuhan pelanggan agar tidak terbuang. Ia menegaskan bahwa masyarakat Kepri dapat mendukung efisiensi ekonomi dan kelestarian lingkungan hanya dengan membiasakan makan secukupnya.

Untuk memperkuat gerakan ini, Pemprov Kepri menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 521/417/DKPPKH tentang Gerakan Selamatkan Pangan. Ada tujuh langkah utama yang ia tekankan: mengambil makanan secukupnya, membawa pulang makanan sisa, bijak berbelanja, menyimpan pangan dengan wadah yang tepat, mengecek tanggal kedaluwarsa, mengolah ulang makanan yang masih layak, serta mendonasikan makanan berlebih.

Ansar mengajak masyarakat lebih hemat dan mengutamakan produk pangan lokal dari petani dalam setiap kegiatan.