Polres Garut Sita 1.011 Knalpot Bising Hasil Razia Kendaraan Bermotor

BATAMCLICK.COM: Kepolisian Resor Garut menyita 1.011 knalpot bising dari hasil razia kendaraan sepeda motor di sejumlah tempat seperti sekolah dan jalanan wilayah perkotaan maupun pelosok di kabupaten itu menjaga ketertiban lalu lintas dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Kami lakukan tindakan kepada pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot ‘brong’ atau tidak sesuai standar,” kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Rohman Yonky Dilatha saat jumpa pers penyitaan knalpot bising kendaraan sepeda motor di Polres Garut, Jawa Barat, Selasa.

Ia menuturkan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Garut dan seluruh Polsek diinstruksikan untuk melakukan operasi penertiban dan menyita knalpot bising atau memakai knalpot yang tidak berstandar pabrikan.

BACA JUGA:   Satgas TMMD Dan Masyarakat Memindahkan Sisa Agregat Pekerjaan Pengecoran

Tercatat, kata dia, sebanyak 1.011 knalpot bising disita petugas hasil dari operasi penertiban lalu lintas dan sejumlah sekolah maupun jalanan selama Januari sampai Oktober 2023.

“Operasi dengan sasaran knalpot ‘brong’ itu karena banyak dikeluhkan masyarakat yang merasa terganggu,” katanya.

Ia menyampaikan penertiban knalpot bising kendaraan sepeda motor itu memiliki dasar hukum yang jelas dari sejumlah pasal dalam Undang-undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tahun 2009, salah satunya penggunaan knalpot.

Kendaraan bermotor, kata dia, harus dalam keadaan layak jalan dengan perlengkapan yang sesuai dengan aturan untuk keselamatan berlalu lintas, termasuk mengatur kebisingan suara knalpot.

BACA JUGA:   Viral Momen Nakes Jadi Imam Salat Pasien Covid-19 yang Terbaring di Ranjang

“Ini penting saya sampaikan agar literasi hukum masyarakat bisa diketahui,” katanya.

Ia mengungkapkan sanksi bagi pengguna kendaraan bermotor yang melanggar aturan lalu lintas, seperti halnya memakai knapot bising yaitu kurungan penjara 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

Selain jelas dasar hukumnya, kata dia, penggunaan knalpot bising itu seringkali menimbulkan gangguan keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat, khususnya pengguna jalan lainnya karena suara bising yang ditimbulkan dari knalpot tersebut.

“Hal ini selain melanggar undang-undang, juga bisa orang lain menyebabkan ketidaknyamanan karena bising dari polusi suara yang dihasilkan dari knalpot ‘brong’,” katanya.

BACA JUGA:   Ketua Komisi IV DPR RI Geram, di Kepri Mangrove Ditebang untuk Arang

Ia mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan bermotor untuk tidak lagi menggunakan knalpot bising, begitu juga pelaku usaha bengkel untuk tidak melayani pemasangan knalpot bising.

Operasi knalpot bising itu, kata Kapolres, akan terus dilaksanakan melalui berbagai operasi yang tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan Garut, melainkan ke daerah pelosok, dan juga sekolahan.

“Kita juga bekerja sama dengan sekolah, selain pelajar memang belum layak mengendarai motor, juga memberikan edukasi para siswa dan sekolah agar tidak memakai knalpot ‘brong’,” katanya.

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *