Buron 8 Tahun, Koruptur Raskin Ditangkap di Karimun

Batamclick.com, Karimun – Purwadi DPO tindak pidana korupsi Kejaksaan Negeri Batam berhasil ditangkap di Karimun. Purwadi sudah buron sejak 8 tahun lalu.

Akhirnya Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Negeri Batam didukung oleh Kejaksaan Negeri Karimun berhasil menangkap Purwadi di Gang Awang Nur Kelurahan Baran Barat, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Rabu (30/3/2022) sekitar pukul 14.30 Wib.

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Herlina Setyorini mengatakan Terpidana Purwadi terbukti bersalah dalam Tindak Pidana Korupsi Penyaluran Beras Miskin (Raskin) ke 13 di Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung Kota Batam Tahun Anggaran 2010.

BACA JUGA:   Basa-Basi Sertifikasi Sawit PTPN V, dari SETARA Institute

“Atas perbuatannya itu, negara mengalami kerugian sebesar Rp. 65.988.225 ,” ujar Herlina kepada para awak media, didepan kantor Kejaksaan Negeri Batam, Rabu (30/3/2022) malam.

Dijelaskan Herlina, sesuai dengan putusan Mahkamah Agung nomor 1278K/PId.Sus/2014 Tanggal 11 Maret 2015 yang menyatakan terpidana bersalah melakukan tindak pidana Korupsi.

” Terhadap terpidana dijatuhi hukuman 1 Tahun dan 6 Bulan penjara dan denda Rp. 50 juta, subsidair 1 Bulan penjara dan uang pengganti Rp. 1.5 juta subsidair 1 Bulan penjara,” terang Herlina.

Lanjut Herlina, selama ini terpidana berdomisili dan menetap di Tanjung Balai Karimun dan bekerja sebagai Tenaga keamanan atau sekuriti.

BACA JUGA:   Brigjen TNI Jimmy Siap Dukung Vaksinasi di Kepri guna Ciptakan Herd Immunity yang Kuat

Setelah berhasil mengamankan terpidana Purwadi, Tim Tabur Kejagung dan Kejari Batam didukung oleh Kejari Karimun langsung membawa terpidana menuju kota Batam, pada pukul 16.30 dengan menggunakan Kapal,selanjutnya dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Batam guna dilakukan pemeriksaan dan Administrasi.

Setelah dilakukan pengecekan kesehatan, sambung Herlina, Terpidana Purwadi kemudian di eksekusi ke Rumah Tahanan Kota Batam.

“Pelaksanaan eksekusi berjalan lancar dan tetap mematuhi protokol Kesehatan,” tutur Herlina.