Kemlu ajak korps diplomatik galang dana untuk korban banjir Sumatra

Batamclick.com,
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengajak para duta besar dan anggota korps diplomatik menunjukkan solidaritas dan berdonasi bagi korban banjir bandang dan longsor di provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Ajakan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat menghadiri kegiatan jalan santai Walk for Palestine di Jakarta pada Minggu.

“Dalam kesempatan ini, diplomat Indonesia di seluruh dunia turut menggalang dana untuk membantu korban-korban bencana di Sumatra,” kata Arrmanatha Nasir yang ditemui seusai acara “Walk for Palestine”.

Ia menyampaikan bahwa diplomat Indonesia di berbagai perwakilan luar negeri juga menggalang dana untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah daerah di Sumatra.

Momentum Walk for Palestine yang digelar dalam rangka Pekan Solidaritas Palestina dimanfaatkan Kemlu untuk membuka donasi melalui kotak sumbangan bertuliskan Diplomat Peduli untuk Aceh, Sumut, Sumbar, serta donasi nontunai melalui sistem pembayaran digital QRIS.

Sebelum melepas peserta jalan santai, Arrmanatha, yang juga biasa disapa dengan nama Tata, turut memberikan donasi melalui layanan QRIS. Langkah itu kemudian diikuti sejumlah duta besar negara sahabat, pejabat, dan staf Kemlu yang ingin membantu korban bencana.

Tata menyatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan wujud solidaritas para diplomat Indonesia di seluruh dunia maupun korps diplomatik terhadap masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi kesulitan di berbagai daerah.

“Solidaritas kita kali ini bukan hanya kepada rakyat Palestina, tapi juga kepada mereka yang terdampak bencana di Sumatra sejak beberapa hari yang lalu,” kata dia, menambahkan.

Sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak Selasa (25/11) diterjang banjir bandang dan longsor yang mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa serta terputusnya akses transportasi, aliran listrik, dan saluran komunikasi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan per Sabtu (29/11) bahwa jumlah korban jiwa di tiga provinsi yang terdampak banjir bandang dan longsor mencapai 303 orang, kemudian 279 orang dinyatakan hilang, dan 18 orang luka-luka.

Dari angka itu, 166 orang yang meninggal dunia berada di wilayah Sumatra Utara, 90 orang di Sumatra Barat, dan 47 orang di Aceh. Sementara itu, 133 orang di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang, di Sumatra Barat ada 85 orang dinyatakan hilang, dan 51 orang dinyatakan hilang di Aceh.

Hingga Sabtu, total terdapat 11 helikopter milik TNI dan Basarnas yang dikerahkan untuk mengangkut bantuan ke lokasi terdampak bencana. Sementara itu, enam kapal perang (KRI) juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengiriman bantuan.

Sumber, Antara