12 ABK KM Glorie Dikarantina di Atas Kapal, 1 di SMPN 2 Binaan Karimun

BATAMCLICK.COM, Karimun – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungbalai Karimun terpaksa harus mengkarantina 13 ABK KM Glorie Indah 1, menyusul meninggalnya nahkoda kapal tersebut akibat terpapar Covid-19.

Adapun ke-13 ABK itu dikarantina di dua tempat, yakni 12 orang di atas kapal KM Glorie Indah 1 dan seorang lainnya di SMPN 2 Binaan Karimun.

Awalnya, KM Glorie Indah 1 berlayar dari Pelabuhan Kelapa Sunda Kelapa, Jakarta menunju Tanjungbalai Karimun. Setibanya di Karimun, nahkoda kapal tersebut meninggal dunia.

Mendengar adanya nakhoda kapal yang meninggal dunia di atas kapal, KKP Kelas II Tanjungbalai Karimun langsung berkoordinasi dengan pihak KSOP Tanjungbalai Karimun, KP3 Tanjungbalai Karimun yang selanjutnya menuju ke kapal Glorie Indah 1.

BACA JUGA:   Upacara HUT Bhayangkara ke-75 di Karimun Berjalan Hikmat dengan Prokes Covid-19

Suprapto, Kepala Seksi/Koordinator Subtansi Pengendalian Karantina Survilans Epidimologi KKP Kelas 2 Tanjungbalai Karimun, menyampaikan, nahkoda kapal Glorie Indah 1 ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia dan diketahui dari ABK kapal. Nahkoda kapal sempat mengalami demam dan berawal dari keterangan tersebut terhadap jenazah dilakukan rapid antigen dan hasilnya positif Covid-19.

“Sebelum dievakuasi, nakhoda kapal yang sudah meninggal dunia tersebut dilakukan pemeriksaan rapid test antigen, termasuk 13 ABK kapal,” jelas Suprapto, Selasa (22/6/2021).

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan rapid antigen, nakhoda kapal yang meninggal dunia tersebut dan 1 ABK lainnya positif Covid-19. “Untuk nakhoda kapal yang meninggal dunia tersebut dibawa ke RSUD Muhammad Sani dan dikebumikan secara protokol Covid-19. Sementara 1 ABK yang hasil rapid antigen positif Covid-19 langsung dibawa ke SMPN 2 Binaan untuk dilakukan karantina terpadu,” jelasnya.

BACA JUGA:   Pemkab Karimun Optimis Target Vaksinasi 50 Persen hingga Akhir Juni 2021

Suprapto menambahkan, untuk 12 ABK kapal lainnya dibawa kembali ke kapal Glorie Indah 1 untuk menjalani karantina dan setelah 5 hari akan dilakukan swab PCR. “Jika hasil swab PCR hasilnya positif Covid-19, masa karantina akan diperpanjang lagi dan ABK yang positif Covid-19 akan diisolasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk 12 ABK yang dikarantina di atas kapal Glorie Indah 1 akan dilakukan pengawasan oleh KSOP maupun KP3 dan tidak ada yang diperbolehkan meninggalkan kapal.

Sumber: BATAMTODAY