SPPG Batam perketat pendataan penerima MBG guna cegah data ganda

Batamclick.com,
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memperketat pendataan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem by name by address berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mencegah data ganda penerima.

Koordinator Wilayah SPPG Batam Defri Frenaldi mengatakan pendataan penerima manfaat kini menjadi syarat utama sebelum peserta dapat menerima MBG.

“Data penerima manfaat didaftarkan menggunakan NIK ke sistem Sistem Manajemen Operasional (SMO) milik Badan Gizi Nasional (BGN). Penerima yang sudah terdaftar itulah yang bisa diberikan MBG dan dimasukkan dalam pelaporan. Kalau belum terdata, tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya saat dihubungi di Batam, Selasa.

Menurut Defri, sistem tersebut mulai diterapkan setelah masa libur sekolah berakhir pada 20 Juli.

Selain meningkatkan akurasi data, mekanisme baru ini juga mencegah penerima tercatat ganda, terutama saat peserta didik berpindah sekolah atau ketika penerima dari kelompok balita beralih menjadi peserta didik.

“Ini juga meminimalisir data ganda karena ada perpindahan dari satu sekolah ke sekolah lain atau dari balita menjadi anak sekolah,” ujarnya.

Ia memperkirakan jumlah penerima manfaat MBG pada awal tahun ajaran baru akan mengalami penurunan sementara.

“Untuk sementara jumlahnya sepertinya menurun karena pendataan penerima manfaat sekarang diperketat dengan sistem SMO ini. Selain itu, sebagian sekolah juga belum memberikan data peserta didik baru kepada SPPG,” katanya.

Defri menjelaskan, mekanisme pendataan dilakukan dengan sekolah maupun pos pelayanan terpadu (posyandu) menyerahkan data NIK penerima manfaat kepada SPPG yang melayani wilayah tersebut.

“Jadi pihak sekolah, maupun pihak posyandu, mereka memberi data penerima manfaat yakni NIK kepada SPPG yang melayani mereka. Lalu pihak SPPG yang akan menginput data tersebut di sistem SMO,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, pihaknya tidak menetapkan batas waktu bagi sekolah maupun posyandu untuk menyerahkan data.

“SPPG hanya melayani sekolah dan posyandu yang sudah didaftarkan. Kalau datanya belum diberikan, maka belum bisa dilayani,” ujarnya.

Defri menambahkan, seluruh SPPG di Batam saat ini tetap beroperasi pada awal masuk sekolah.

“Operasional layanan MBG berjalan seperti biasa, tetapi ada penyesuaian pada jadwal distribusi makanan yang mengikuti waktu kegiatan belajar di masing-masing sekolah, termasuk selama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” kata dia.

Sebelum libur sekolah, Program MBG di Batam telah menjangkau 257.421 pelajar, 51.030 penerima dari kelompok 3B, serta 17.399 guru.

Defri mengatakan penerima manfaat diperkirakan kembali ke angka tersebut, ataupun bertambah, setelah seluruh sekolah dan posyandu menyelesaikan proses pendataan penerima MBG.

Sumber, Antara