Perpustakaan Natuna mendadak berubah suasana pada Senin pertengahan Desember 2025, ketika para kepala dinas, camat, dan kepala bagian berkumpul sejak pagi di Perpustakaan Daerah Idrus M. Tahar untuk menghadiri agenda penting pemerintahan.
Perpustakaan Natuna Dipenuhi Aktivitas Pejabat
Sejak pagi, para aparatur sipil negara berdatangan dan langsung memenuhi area gedung perpustakaan. Sebagian pejabat memasuki ruangan utama, sementara yang lain berbincang santai di halaman hingga area parkir. Aktivitas tersebut mencerminkan antusiasme menyambut agenda besar yang akan berlangsung.
Kedatangan Bupati Menghentikan Keramaian
Keramaian mendadak terhenti ketika sebuah mobil hitam berpelat BP 1 N memasuki halaman. Para ASN segera merapikan barisan dan berdiri rapi. Tak lama kemudian, Bupati Natuna Cen Sui Lan turun dari kendaraan, menyapa singkat, lalu melangkah menuju ruang utama Perpustakaan Natuna.
Perpustakaan Natuna Tandai Transformasi Administrasi
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Natuna, Erson Gempa Afriandi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menandai dimulainya transformasi besar dalam tata kelola administrasi Pemerintah Kabupaten Natuna.
Agenda utama kegiatan ini adalah penandatanganan komitmen Natuna Paperless 2026 oleh seluruh kepala OPD, camat, dan kepala bagian sebagai bentuk kesepakatan bersama.
Menuju Pemerintahan Digital
Melalui komitmen ini, Pemkab Natuna menyatakan kesiapan untuk mengurangi ketergantungan pada kertas secara bertahap serta beralih ke sistem administrasi digital dalam pengelolaan dokumen pemerintahan.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan digitalisasi perlu dilakukan agar belanja alat tulis kantor dapat ditekan dan dialihkan ke program pembangunan lainnya.
SRIKANDI Jadi Tulang Punggung Digitalisasi
Seluruh naskah dinas dikelola melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang dikembangkan Arsip Nasional Republik Indonesia. Melalui sistem ini, proses pembuatan, pengiriman, hingga penyimpanan arsip berjalan terintegrasi secara elektronik.
Menjawab Masalah Arsip Puluhan Tahun
Selama 26 tahun menjadi daerah otonom, Natuna masih bergantung pada arsip fisik yang menumpuk di gudang, lemari, dan sudut ruangan. Kondisi ini menyulitkan pencarian dokumen serta meningkatkan risiko kerusakan dan kehilangan.
Digitalisasi arsip menjadi jawaban atas persoalan tersebut sekaligus memperkuat akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik.
Efisiensi Anggaran Mulai Terasa
Penerapan SRIKANDI yang mulai sejak akhir 2024 mulai menunjukkan dampak nyata. Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Natuna berhasil menghemat sekitar Rp22 juta pada 2025 karena berkurangnya penggunaan kertas dan ATK.
Penyusutan Arsip Fisik
Selain digitalisasi, Pemkab Natuna juga melakukan penyusutan arsip lama melalui pemusnahan dokumen yang telah habis masa simpannya. Tujuh OPD sebagai percontohan dan telah memusnahkan ribuan arsip sejak 2024.
Menuju Birokrasi Modern
Melalui langkah berkelanjutan ini, Pemkab Natuna menargetkan tata kelola arsip yang tertib, efisien, dan mendukung birokrasi modern di wilayah perbatasan.
Sumber: Antara








