BATAMCLICK.COM: MBG di Kepri terus menunjukkan perkembangan signifikan. Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan bahwa sekitar 30 hingga 40 persen dari total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T kini telah memasuki tahap pembangunan. Program ini menjadi langkah penting untuk memastikan anak-anak di daerah tertinggal dan pulau-pulau kecil mendapatkan makanan bergizi secara berkelanjutan.
Tahap Awal Paling Menguras Waktu
Menurut Nyanyang, tahap penetapan lokasi menjadi proses yang paling memakan waktu. Hal ini karena harus memastikan ketersediaan lahan yang tepat di setiap titik. Proses itu biasanya berlangsung satu hingga dua pekan dan lanjut dengan koordinasi perangkat desa, penyiapan tenaga masak, hingga sistem transportasi logistik yang sesuai dengan kondisi geografis Kepri yang berupa gugusan pulau.
Ia menegaskan seluruh pembebasan lahan sudah tuntas sehingga pembangunan dapur bisa berjalan lebih cepat. “Yang cukup lama itu persiapan logistiknya, seperti siapa yang masak dan bagaimana transportasinya. Tapi sekarang pembangunan sudah berjalan,” ujar Nyanyang.
Progres di Pulau-Pulau Kecil Mulai Terlihat
Beberapa dapur MBG telah menunjukkan hasil nyata, terutama di pulau-pulau kecil. Di Pulau Geranting dan Pulau Terung (Batam), satu hingga dua dapur sudah rampung. Sementara itu, pembangunan dapur di Natuna, Bintan, dan Anambas semakin cepat dan memasuki tahap akhir. Dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Total 130 Dapur Siap Dibangun
Kepala Regional SPPG Kepri, Anindita Ayu, merinci bahwa SK pertama mencatat 126 dapur 3T. Sementara SK kedua menambah empat dapur, sehingga total menjadi 130 titik.
Sebarannya meliputi:
• Natuna 14 dapur
• Anambas 20 dapur
• Batam 30 dapur
• Tanjungpinang 1 dapur
• Bintan 9 dapur
• Lingga 41 dapur
• Karimun 15 dapur
Anindita memastikan seluruh dapur tersebut masuk dalam usulan Program SPPG 3T dan kini terus dikebut agar segera beroperasi untuk melayani penerima manfaat MBG di Kepri.








