BATAMCLICK.COM: Di tengah geliat kemajuan teknologi dan keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Natuna mencoba menjembatani kesenjangan itu dengan kebijakan yang mengutamakan inklusivitas. Untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025, Natuna menerapkan dua jalur: daring (online) dan luring (manual).
Langkah ini bukan sekadar teknis, tetapi bentuk kepedulian terhadap kenyataan di lapangan—bahwa tak semua keluarga memiliki perangkat atau koneksi internet yang stabil.
“Untuk siswa SD, kita terapkan metode luring. Mereka hanya perlu melapor melalui aplikasi, namun proses pendaftarannya tetap dilakukan secara manual,” ujar Nasria, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Jumat (13/6).
Sementara itu, siswa tingkat SMP—khususnya yang berdomisili di wilayah Bunguran Timur—diharuskan mendaftar secara daring melalui laman https://daftarsekolah.natunakab.go.id.
Menjawab Tantangan Daerah Terluar
Dengan kondisi geografis Natuna yang tersebar di gugusan pulau-pulau, penerapan sistem penerimaan murid baru (SPMB) secara daring memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, di sisi lain, ini juga menjadi titik tolak menuju modernisasi pendidikan.
“Kami sedang uji coba aplikasinya sebelum pelaksanaan pada pekan kedua Juli nanti,” tutur Nasria.
Tak sekadar efisiensi, sistem daring diharapkan mampu mengurangi kerumunan, meningkatkan transparansi, dan mempercepat proses seleksi. Masing-masing satuan pendidikan juga telah ditentukan batas maksimal rombongan belajarnya (rombel), menyesuaikan dengan sebaran sekolah dan potensi jumlah siswa baru.
Meski demikian, masyarakat tak perlu khawatir soal kuota. Pemerintah tetap membuka pendaftaran melalui beberapa jalur: domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Tahapan dan Kesiapan Panitia
SPMB dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Juli 2025. Setelah itu akan dilakukan verifikasi dan validasi dokumen pada 11 Juli, dan diakhiri daftar ulang pada 12 Juli.
Untuk memastikan kelancaran, panitia dibentuk di dua level: tingkat kabupaten dan tingkat satuan pendidikan. Setiap sekolah akan memiliki operator yang didampingi oleh operator kabupaten.
“Kami terus melakukan perbaikan sistem. Saat ini uji coba masih berlangsung. Ke depan, kami targetkan ada fitur notifikasi melalui WhatsApp agar informasi bisa langsung diterima oleh calon siswa dan orang tua,” jelas Nasria.
Pemkab Natuna juga telah menyiapkan nomor WhatsApp khusus untuk kebutuhan notifikasi otomatis tersebut.