Kelurahan Kebon Kosong Beri Bantuan Psikologis Korban Kebakaran

BATAMCLICK.COM: Kelurahan Kebon Kosong akan memberikan bantuan psikologis berupa penyembuhan trauma kepada korban kebakaran di Jalan Dakota II RW 09, Kebon Kosong, Kemayoran pada Selasa malam (10/10).

“Tadi ada yang butuh penyembuhan trauma (trauma healing). Jadi, kita coba bantu mendatangkan psikolog untuk menenangkan hati masyarakat,” kata Lurah Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat Alfalast Susetyo Dewanto di Jakarta, Rabu.

Selain bantuan psikologis, lanjutnya, juga akan memberikan bantuan tim kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Kebon Kosong 1 untuk mengecek kondisi kesehatan warga yang mengungsi di Sasana Krida Karang Taruna (SKKT) Kelurahan Kebon Kosong.

BACA JUGA:   Komnas: UU KIA cenderung teguhkan pembakuan peran domestik perempuan

Bantuan sandang berupa alas tidur, selimut, pakaian dalam, hingga popok bayi juga telah diberikan oleh Sudin Sosial dan BPBD kepada korban yang terdampak.

“Bantuan yang paling dibutuhkan oleh korban saat ini adalah pakaian,” kata Alfalast.

Ia mengatakan kebakaran terjadi pada bangunan rumah tinggal di Jalan Dakota II, RW 09, Kebon Kosong, sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (10/10).

Sebanyak 100 personel pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan si jago merah yang diduga muncul karena korsleting listrik. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.

BACA JUGA:   Kunci Belgia Singkirkan Portugal

“Menurut data kami, setelah berkoordinasi bersama RT-RW, ada 16 pintu terkena dampak. Kami menyebut itu karena di situ ada kontrakan dan totalnya semua 16 pintu,” ujar Alfalast.

Hingga semalam, Kelurahan Kebon Kosong mencatat ada 20 kepala keluarga (KK) dan 80 jiwa yang terkena dampak.

Menurut Alfalast, jumlah tersebut bersifat fluktuatif dan mungkin akan bertambah lantaran ada beberapa warga yang mengungsi di rumah saudara mereka sehingga belum terdata.

Untuk pembersihan lokasi kebakaran, ia menyebut masih menunggu kepolisian untuk melepas garis pembatas.

BACA JUGA:   Aktifitas Pasca Panen dan Keinginan Warga Tamansari

“Sebelum itu (garis pembatas) dibuka, pasti kita koordinasi dulu dengan Pak RW serta warga terkait teknis untuk kerja baktinya. Kita berharap ada gotong royong di tengah- tengah masyarakat ini, jadi masyarakat biar bisa mandiri. Pasti Insya Allah PPSU kita juga akan bantu,” ujarnya.

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *