Bakamla RI ingin latihan penjaga pantai libatkan seluruh negara ASEAN

Batamclick.com,
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mendorong latihan bersama penjaga pantai ke depan dapat melibatkan lebih banyak negara ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara), setelah Indonesia, Malaysia dan Singapura menggelar tripartite exercise di Kepulauan Riau.

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Irvansyah mengatakan latihan yang melibatkan tiga negara tersebut diharapkan menjadi contoh bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama pengamanan laut di kawasan.

“Mudah-mudahan nanti jadi contoh juga untuk di kawasan ASEAN. Di mana akan ada latihan seperti ini dengan melibatkan lebih banyak lagi negara dan dengan materi latihan yang lebih banyak lagi,” ujar Irvansyah di Batam, Selasa.

Ia mengatakan hal tersebut dalam konteks rangkaian High-Level Meeting Tripartite Coast Guard Cooperation yang melibatkan Singapura dan Malaysia.

Menurutnya, latihan saat ini belum melibatkan seluruh negara ASEAN karena diperlukan pembahasan dan koordinasi yang lebih mendalam apabila ingin melibatkan seluruh negara.

Saat ini Timor-Leste juga telah menjadi anggota ke-11 ASEAN, kata Irvansyah. Karena itu, latihan yang melibatkan seluruh negara membutuhkan persiapan lebih kompleks, termasuk dari sisi koordinasi dan anggaran.

“Makanya untuk sekarang mulai dari yang tetangga, yang paling dekat dulu. Ini yang paling dekat, yang mudah koordinasinya dan mungkin juga dukungan anggaran dan biayanya tidak terlalu besar karena cuma menyeberang dekat saja,” katanya.

Irvansyah menyebut keterlibatan negara seperti Filipina atau Vietnam akan membutuhkan persiapan lebih besar karena jarak geografis yang lebih jauh.

Karena itu, kerja sama trilateral Indonesia, Malaysia dan Singapura dinilai menjadi tahap awal yang lebih efisien untuk membangun pola latihan bersama.

“Makanya kita mulai dulu kerjasama trilateral dengan Malaysia dan Singapura untuk membangun pola latihan bersama. Ini juga merupakan sejarah, pertama kalinya latihan tripartite, semoga bisa seterusnya,” katanya.

Director General Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) Admiral (M) Datuk Haji Mohd. Rosli bin Abdullah mengatakan forum ASEAN Coast Guard memiliki cakupan lebih luas dengan melibatkan negara-negara ASEAN lainnya.

“Di bawah kerangka ASEAN itu sendiri, kami ada satu rangka kerja sama yang dipanggil ASEAN Coast Guard Forum. Itu lebih besar lagi, keterlibatan dari Filipina, Vietnam dan negara-negara lain juga,” kata Rosli.

Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang untuk membahas pengembangan latihan bersama agar cakupan negara dan materi latihan dapat diperluas.

Irvansyah menilai penguatan kerja sama antar penjaga pantai penting karena ancaman keamanan laut yang dihadapi negara-negara kawasan relatif serupa, mulai dari penyelundupan narkotika, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan manusia hingga pencurian di laut.

“Ancaman itu dari tahun ke tahun sama saja, penyelundupan, narkoba, TPPO, penyelundupan manusia, pencurian di laut seperti itu,” katanya.

Irvansyah berharap latihan tersebut dapat berlanjut dan menjadi contoh kerja sama keamanan laut di kawasan ASEAN.

“Coast Guard-nya di ASEAN ini kompak, kita sama-sama bersatu padu untuk menjaga keamanan laut,” ujarnya.

Sumber, Antara