Apresiasi Jefridin untuk Perkumpulan Budi Kemuliaan, 40 Tahun Layani Masyarakat Batam

UNTUK KEMANUSIAAN: Sekda Jefridin, didampingi Ketua Dewan Perkumpulan Budi Kemuliaan Batam Ny Sri Redjeki Soedarsono, foto bersama di sela menghadiri HUT Ke-40 Perkumpulan Budi Kemuliaan, dan HUT Ke-30 RSBK Kota Batam, di lantai III, gedung RSBK, Seraya, Lubukbaja, Kota Batam, Minggu (8/10/2023)

Batamclick.com, SERAYA – Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-40 Perkumpulan Budi Kemuliaan, dan HUT Ke-30 Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Kota Batam.

Dalam acara yang digelar di lantai III, gedung RSBK, Seraya, Lubukbaja, Kota Batam, Minggu (8/10/2023) tersebut, Jefridin atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Batam, menyampaikan apresiasi atas kiprah dan didedikasikan Perkumpulan Budi Kemuliaan dalam pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kota Batam.

“Saya mewakili Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), mengucapkan selamat ulang tahun untuk Perkumpulan Budi Kemuliaan dan RSBK. Mudah-mudahan senantiasa memberi manfaat bagi Kita semua,” ucapnya tulus.

Diakuinya, di Kota Batam peran perkumpulan yang induknya sudah berdiri 1 September 1912, karena terinspirasi dari tulisan ibu Kartini, “Habis gelap terbitlah terang” tersebut, terdiri dari orang-orang yang sangat peduli dalam mengabdikan diri untuk kesehatan masyarakat.

“Terima kasih atas kontribusi Perkumpulan Budi Kemuliaan selama ini, yang sudah berkolaborasi mendukung pembangunan Batam, kota yang kita cintai ini,” ujar suami Hj Hariyanti tersebut.

Jefridin juga mengucapkan terima kasih, karena Perkumpulan Budi Kemuliaan sudah bersama-sama membangun Batam. Mengingat Batam tidak memiliki hamparan persawahan dan hasil bumi yang bisa digali.

Sehingga kebijakan pembangunan di Batam diambil oleh Wali Kota Batam HMR dalam meningkatkan investasi dan kunjungan wisata ke kota ini.

Untuk itu Batam harus nyaman, aman dan kondusif, agar investor mau menanamkan modal, dan wisatawan pun datang berkunjung.

BACA JUGA:   PAN Siap Isi Kabinet Jokowi, Sindir Menteri yang Sibuk Kampanye

“Selain aman, nyaman masyarakat Batam tentunya harus sehat. Alhamdulillah RSBK sudah berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Batam selama ini,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perkumpulan Budi Kemuliaan Batam Ny Sri Redjeki Soedarsono, dalam kesempatan itu mengucap syukur atas pencapaian Perkumpulan Budi Kemuliaan dan RSBK hingga hari ini.

Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Sekretaris Daerah Kota Batam dan mitra yang hadir di acara HUT Perkumpulan Budi Kemuliaan dan HUT RSBK.

𝗠𝗲𝗻𝗲𝗿𝗼𝗸𝗮 𝗞𝗶𝗽𝗿𝗮𝗵 𝗦𝗿𝗶 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗿𝘀𝗼𝗻𝗼
Melansir dari Dedi Arman, Staf Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau, Sri Soedarsono datang ke Batam mendampingi tugas suaminya, Soedarsono, yang menjabat sebagai Kabalak Otorita Batam mulai tahun 1978.

Kepala Otorita Batam sendiri dijabat BJ Habibie yang tak lain adalah kakak Sri Soedarsono.

Mendampingi suaminya dalam bertugas di Batam, Sri Soedarsono bersama teman-temannya mulai berpikir mencoba membangun sebuah institusi pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Batam dalam mengenyam pendidikan yang berkualitas.

Bersama beberapa istri pejabat di lingkungan Otorita Batam, Sri berinisiatif mendirikan Ikatan Keluarga Batam (IKB) pada 28 Desember 1978.

Pada 21 April 1979, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahiran RA Kartini, Sri Soedarsono atas nama IKB mengajukan proposal kepada Pertamina untuk mengambil alih semua sekolah Pertamina yang ada di Batam untuk dikelola, dan diadakan perbaikan mutu dan kualitas layanan pendidikan.

BACA JUGA:   Pemkab Natuna Sosialisasikan Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah

Saat itulah semua sekolah tersebut berubah nama menjadi Sekolah Kartini sampai sekarang.

Di awali dengan berdirinya SD Kartini I dan II, pada tanggal 1 Juli 1979, kegiatan belajar mengajar di sekolah Kartini dimulai, yaitu dari tingkat TK dan SD.

TK Kartini berada di dua lokasi, yaitu TK Kartini I di Sekupang dan TK Kartini II di Batu Ampar. Sama halnya dengan TK, SD Kartini pun di buka di dua lokasi berbeda, yaitu SD Kartini I di Sekupang dan SD Kartini II di Batuampar.

Tanggal 1 Juni 1980 atas prakarsa Badan otorita Batam dan didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, Yayasan Keluarga Batam mendirikan SMP Kartini. SMP Kartini ini merupakan SMP tertua yang ada di Batam.

SMP ini dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Tidak mengherankan, pada akhir tahun pelajaran 1999/2000, SMP Kartini Batam menduduki peringkat pertama dari 468 SMP se-Provinsi Riau.

Setelah sukses mengelola pendidikan di tingkat TK, SD dan SMP, pada 17 Juli 1983 Yayasan Keluarga Batam mendirikan SMA Kartini di Jl. Budi Kemuliaan Nomor 01, Kampungseraya, Lubukbaja.

Didukung oleh fasilitas pendidikan yang memadai dan tenaga pendidik yang profesional, SMA Kartini dapat tampil melesat menjadi salah satu SMA unggulan di Kota Batam.

Seiring dengan pembangunan dan proses industrialisasi di Batam yang berkembang begitu fantastis, maka Sri Soedarsono atau yang lebih akrab dipanggil Bu Dar, mempunyai pemikiran untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartini.

BACA JUGA:   Di Tengah Keterbatasan, Satu per Satu Warga Miskin Jakarta Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Bersama Board of Education ini, pada tahun 1985 Yayasan Keluarga Batam bersepakat untuk menyelenggarakan pendidikan SMK, yang dahulunya bernama Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Atas (SMKTA).

Yayasan Keluarga Batam juga memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sejak tahun 1985 yayasan ini mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Kartini.

𝗔𝗸𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗶 𝗕𝗶𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮𝗮𝗻
Tak hanya aktif di bidang pendidikan, Sri Soedarsono juga aktif dalam bidang sosial kemanusiaan. Ia sejak lama aktif di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam. Sri juga membangun Rumah Sakit Budi Kemuliaan di Batam.

Tahun 1988, Sri mendirikan Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) yang pertama di Indonesia. Ia membangun rumah sakit itu di Bandung, Jawa Barat. Setahun kemudian, ia mendirikan Klinik Khusus Ginjal RA Habibie Cabang Batam.

Selama 30 tahun mengabdi pada bidang sosial kemanusiaan, Sri memperoleh sekitar 25 tanda jasa tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional.

Bahkan, pada tahun 2005 Pemerintah Kerajaan Belanda menganugerahkan Bintang Jasa (Royal Reward) dalam bidang sosial dan kemanusiaan Ridder in De ored Van oranje Nassau.

Puncaknya tahun 2014, Pemerintah RI memberikan Bintang Mahaputra Nararya kepada Sri Rejeki Hasanah Soedarsono sebagai aktivis bidang kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. (ski)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *