Batamclick.com,
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka peluang bagi tenaga kerja penyandang disabilitas (TKPD) asal Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengikuti program pembekalan dan peningkatan kapasitas sebelum ditempatkan dalam dunia kerja.
Program tersebut merupakan kolaborasi Kemnaker dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang menyediakan bantuan pelatihan sekaligus penempatan kerja bagi peserta.
Ketua Tim Bidang Tenaga Kerja Disabilitas Kemnaker Asrian Darma Saputra mengatakan Batam memiliki potensi besar untuk mengikuti program tersebut.
“Batam cukup aktif dalam pengembangan tenaga kerja disabilitas. Kami berharap segera ada peserta dari Batam yang mengikuti program ini karena sangat disayangkan jika kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan,” katanya di Batam, Kamis.
Ia menjelaskan, melalui kerja sama Kemnaker dan Baznas, setiap tenaga kerja penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh bantuan sebesar Rp10 juta untuk mengikuti pelatihan, peningkatan kapasitas, maupun pembekalan kerja.
“Program ini menargetkan 1.000 tenaga kerja penyandang disabilitas dalam kurun waktu lima tahun. Dan ada beberapa syarat untuk pesertanya,” katanya.
Di antaranya, peserta merupakan penyandang disabilitas yang berstatus mustahik, beragama Islam dan berasal dari keluarga kurang mampu yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Menurut Asrian, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pelatihan kerja maupun program pemagangan.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta juga akan memperoleh sertifikasi kompetensi dan diprioritaskan untuk ditempatkan bekerja.
“Kami berupaya bagaimana tenaga kerja penyandang disabilitas dapat disiapkan dan ditempatkan pada pekerjaan di sektor formal maupun informal. Lowongan kerjanya sudah ada, sehingga mereka tinggal dipersiapkan agar siap bekerja,” ujarnya.
Ia menambahkan calon peserta dari Batam yang siap mengikuti program tersebut dapat mendaftar.
“Kalau di Batam sudah ada yang siap ditempatkan bekerja, silakan diajukan melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) daerah, nanti dari Kementerian kami teruskan ke Baznas. Program ini mencakup upskilling, reskilling, hingga sertifikasi,” katanya.
Asrian menyebut program itu telah berjalan di sejumlah daerah, di antaranya Makassar yang menempatkan peserta pada sektor ritel serta Boyolali.
Di Kota Batam, pemerintah telah meluncurkan pelatihan kerja wirausaha yang memprioritaskan penyandang disabilitas. Program tersebut diharapkan meningkatkan keterampilan, serta memberi perluasan kesempatan kerja bagi TKPD di kota itu.
Sumber, Antara









