Pemkot Batam targetkan 50 ribu siswa baru terima seragam gratis

Batamclick.com,
Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan sekitar 50 ribu siswa baru jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, akan menerima bantuan seragam sekolah gratis pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan mengatakan pihaknya kini dalam proses pendataan ukuran seragam baru.

“Ini kan SPMB baru selesai, anak-anak baru masuk, jadi sekarang baru kita mendata ukuran masing-masing anak. Setelah ukuran lengkap, baru proses lelang dan pengadaan dilakukan,” ujar Hendri di Batam, Selasa.

Ia memperkirakan jumlah penerima mencapai sekitar 24 ribu siswa SD dan sekitar 24 hingga 25 ribu siswa SMP. Setiap siswa, kata dia, akan menerima satu paket perlengkapan sekolah dengan seragam serta topi, dasi dan ikat pinggang.

“Untuk SD mendapatkan seragam merah putih, sedangkan SMP biru putih. Selain itu ada seragam Melayu lengkap. Laki-laki mendapat kain samping, sementara perempuan mendapat jilbab,” katanya.

Hendri menjelaskan proses produksi membutuhkan waktu karena seluruh seragam harus dijahit sesuai ukuran masing-masing siswa.

“Jumlahnya puluhan ribu, jadi harus melalui proses pengadaan dan penjahitan terlebih dahulu. Kemungkinan akhir September atau Oktober baru bisa dibagikan kepada anak-anak,” ujarnya.

Berdasarkan evaluasi tahun lalu, Disdik Batam sempat menganggarkan sekitar 26 ribu paket seragam untuk siswa SD. Namun, jumlah peserta didik baru yang terealisasi hanya sekitar 24 ribu siswa sehingga masih terdapat kelebihan stok.

“Tahun lalu ada kelebihan karena jumlah siswa baru lebih sedikit dari perkiraan. Seragam yang tersisa kami salurkan ke sekolah-sekolah di daerah hinterland untuk siswa kelas atas,” kata Hendri.

Pada tahun kedua pelaksanaan seragam gratis ini, Disdik Batam akan menyesuaikan jumlah pengadaan dengan data riil hasil SPMB.

Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan cadangan sekitar lima persen untuk mengantisipasi adanya siswa pindahan yang masuk setelah tahun ajaran dimulai.

“Tahun ini kita sesuaikan dengan jumlah siswa yang sudah terdaftar, kemudian ditambah sekitar lima persen sebagai cadangan jika ada siswa baru yang pindah masuk,” ujarnya.

Sumber, Antara