BC Batam prioritaskan layanan bagi 76 perusahaan patuh kepabeanan

Batamclick.com,
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memberikan layanan prioritas kepada 76 perusahaan eksportir dan importir yang memenuhi parameter kepatuhan kepabeanan melalui program Excellence Partners in Customs 100 (EPIC 100).

Kepala Bea Cukai Batam Agung Widodo mengatakan program tersebut memberikan kemudahan layanan kepada pelaku usaha yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi, berdasarkan penilaian dengan parameter yang terukur.

“EPIC 100 ini merupakan program yang diperuntukkan bagi importir dan eksportir yang mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap regulasi kepabeanan,” kata Agung di Batam, Kamis.

Ia menjelaskan, penetapan peserta dilakukan melalui evaluasi berdasarkan empat parameter, yakni kepatuhan terhadap sanksi administrasi, tidak melakukan pelanggaran dalam kurun waktu enam bulan penilaian, memiliki izin usaha yang masih aktif, serta memenuhi ketentuan kuota.

“Jadi para importir/eksportir dinilai berdasarkan empat parameter ini. Sebenarnya EPIC 100 bukan program baru, tapi kami lakukan evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu dengan parameter ini,” katanya.

Dengan kriteria yang terukur, penilaian peserta diharapkan lebih objektif dan dapat diterapkan kepada seluruh pelaku usaha di sektor ekspor maupun impor.

“Dari sekitar 1.500 perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor di Batam pada 2026, sebanyak 76 perusahaan saat ini memenuhi kriteria,” katanya.

Agung menyebutkan, kelompok perusahaan tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap aktivitas kepabeanan.

“Dari sisi devisa, 76 perusahaan itu menguasai sekitar 50 persen. Sementara dari sisi penerimaan negara yang mencakup bea masuk, bea keluar, dan pajak dalam rangka impor, kontribusinya berada pada kisaran 42-48 persen,” katanya.

Ia menegaskan, kesempatan untuk masuk dalam program tersebut terbuka bagi seluruh pengusaha yang memenuhi persyaratan.

Melalui EPIC 100, perusahaan terpilih memperoleh tiga layanan prioritas, yakni penanganan kendala sistem Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), pemeriksaan kepabeanan, serta pemeriksaan dokumen pabean.

Pada 2026, Bea Cukai Batam juga menambahkan layanan Dedicated Client Coordinator untuk membantu perusahaan menangani kendala yang dihadapi dalam kegiatan ekspor dan impor.

“Layanan Dedicated Client Coordinator ini merupakan pengembangan dari mekanisme sebelumnya yang hanya berfokus pada penanganan gangguan atau trouble chaser,” katanya.

Dengan adanya koordinator khusus, persoalan yang berkaitan dengan perubahan regulasi maupun sistem yang belum menyesuaikan ketentuan baru dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kantor pusat dan unit terkait.

“Penambahan layanan itu diharapkan mempercepat penyelesaian hambatan yang dihadapi pelaku usaha, sehingga proses ekspor dan impor dari Batam dapat berlangsung lebih lancar,” kata dia.

Sumber, Antara