Allib Murniman Pimpin Triathlon Batam, Targetnya Bukan Sekadar Medali Daerah

(Ki-Ka) Ketua Umum FTI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Eddy Rivana, Ketua FTI Terpilih Allib Murniman bersama Wakil Ketua Koni Batam, Rinaldi Samjaya.
(Ki-Ka) Ketua Umum FTI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Eddy Rivana, Ketua FTI Terpilih Allib Murniman bersama Wakil Ketua Koni Batam, Rinaldi Samjaya.

BATAM – Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kota Batam memasuki babak baru setelah Allib Murniman terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum. Ia mendapat mandat untuk memperkuat organisasi, membina atlet sejak usia dini, dan membawa triathlon Batam bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Allib terpilih dalam Musyawarah Kota (Muskot) FTI Batam yang berlangsung di Hotel PIH Batam Centre, Minggu, 11 Oktober 2026. Sebelum pemilihan, ia menjalankan tugas sebagai caretaker FTI Batam berdasarkan amanah dari Pengurus Provinsi FTI Kepulauan Riau.

Muskot bertema “Satukan Langkah, Perkuat Organisasi, Tingkatkan Prestasi Triathlon Kota Batam” itu dihadiri Ketua Umum FTI Kepri Eddy Rivana, Wakil Ketua KONI Batam Rinaldi Sanjaya, serta perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam.

Sejumlah perwakilan cabang olahraga sepeda, lari, dan renang, serta klub triathlon di Batam juga menghadiri agenda tersebut.

Terpilihnya Allib secara aklamasi menjadi modal awal untuk menyatukan klub dan pemangku kepentingan dalam membangun olahraga triathlon. Cabang olahraga ini menggabungkan tiga disiplin, yakni renang, bersepeda, dan lari.

Bidik Prestasi hingga Internasional

Ketua FTI Batam Terpilih Allib Murniman

Usai terpilih, Allib menegaskan bahwa kepemimpinan baru tidak cukup hanya menjalankan roda organisasi. Ia ingin FTI Batam memiliki program pembinaan yang terarah, struktur organisasi yang kuat, serta sistem kerja yang profesional dan akuntabel.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk membawa olahraga triathlon di Kota Batam ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Allib mengatakan, FTI Batam akan merangkul pengurus, klub, dan pemerintah daerah untuk membangun ekosistem pembinaan atlet. Ia juga ingin mengoptimalkan potensi geografis dan infrastruktur Batam untuk mendukung perkembangan triathlon.

Menurut dia, pembinaan usia dini dan kompetisi lokal menjadi langkah penting untuk menemukan bibit atlet potensial. Pada saat yang sama, FTI Batam akan mendorong kolaborasi dengan sektor pariwisata agar triathlon tidak hanya berkembang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata.

“Batam memiliki potensi geografis dan infrastruktur yang sangat mendukung untuk olahraga ini. Kami akan melakukan pembinaan usia dini, menggelar kompetisi lokal, dan bersinergi dengan sektor pariwisata agar olahraga triathlon selain menjadi sport tourism, juga melahirkan atlet dan bibit-bibit juara baru bagi Kota Batam dan Kepri,” katanya.

Target tersebut menempatkan FTI Batam pada dua agenda sekaligus: mencetak atlet berprestasi dan memanfaatkan potensi triathlon untuk mendukung pariwisata olahraga atau sport tourism.

KONI Batam: Butuh Pemimpin yang Mau Berkorban

Wakil Ketua KONI Batam Rinaldi Sanjaya berharap kepengurusan baru mampu bergerak cepat menyusun program kerja konkret. Ia menilai kemajuan cabang olahraga tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada komitmen pemimpinnya.

Menurut Rinaldi, organisasi olahraga membutuhkan sosok yang bersedia mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan sumber daya pribadi demi pembinaan atlet.

“Cabor olahraga tidak akan pernah maju jika tidak dipimpin sosok yang ‘gila’. Dalam artian, gila dalam bekerja, yang rela menyumbangkan waktu, pikiran, dan materinya untuk memajukan olahraga,” ujarnya.

Rinaldi optimistis pengalaman Allib sebagai wartawan sekaligus pengusaha dapat menjadi modal untuk mengembangkan FTI Batam. Pengalaman di dunia jurnalistik, menurut dia, membuka peluang komunikasi dan publikasi yang lebih luas. Sementara pengalaman berusaha dapat mendukung pengelolaan organisasi dan pengembangan kemitraan.

“Kami di KONI Batam sangat optimistis dan yakin di bawah kepemimpinan Bung Allib Murniman, FTI Batam akan jauh lebih maju dan berkembang,” kata Rinaldi.

Ia berharap kepengurusan baru mampu mengembalikan sekaligus meningkatkan tradisi medali emas bagi olahraga Batam melalui pembinaan yang konsisten dan program yang terukur.

FTI Kepri Dorong Program Kerja Nyata

Ketua Umum FTI Kepri Eddy Rivana juga menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru. Ia menilai Batam memiliki posisi strategis dalam perkembangan olahraga di Kepulauan Riau sehingga kemajuan FTI Batam akan berpengaruh terhadap pembinaan triathlon di tingkat provinsi.

“FTI Kepri menaruh harapan yang sangat besar kepada FTI Kota Batam di bawah nakhoda baru ini. Batam adalah barometer olahraga di Kepri,” ujarnya.

Eddy meminta FTI Batam segera menyusun program kerja yang berorientasi pada peningkatan prestasi. Ia berharap pembinaan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam kompetisi daerah atau nasional, tetapi juga mampu melahirkan atlet yang bersaing di tingkat internasional.

“Bukan sekadar meramaikan persaingan di tingkat daerah atau nasional saja, tetapi target kita bersama adalah mencetak atlet andal yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” katanya.

Dukungan KONI Batam, FTI Kepri, serta sinergi dengan pemerintah daerah akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan target tersebut. Tantangan berikutnya bagi Allib dan jajaran pengurus adalah menerjemahkan harapan itu menjadi program pembinaan yang konsisten, kompetisi berkelanjutan, dan prestasi yang terukur.***