Telkom Dorong Indonesia Bangun Teknologi AI Sendiri

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine saat menyampaikan paparan dalam sesi panel “The Future of AI in Indonesia” pada rangkaian Road to Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10).
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine saat menyampaikan paparan dalam sesi panel “The Future of AI in Indonesia” pada rangkaian Road to Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10).

BATAMCLICK – JAKARTA — Indonesia berpeluang tidak hanya menjadi pengguna kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tetapi juga ikut membangun teknologinya sesuai kebutuhan dalam negeri. Namun, peluang itu membutuhkan infrastruktur digital yang kuat, kesiapan talenta, pengelolaan data, dan kolaborasi lintas sektor.

Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, menyampaikan hal tersebut dalam forum Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Melalui Telkom Solution, perusahaan pelat merah itu mendorong pemanfaatan AI untuk mendukung transformasi bisnis dan memperkuat daya saing industri nasional.

“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara global telah memasuki fase implementasi nyata, bukan lagi sekadar teknologi masa depan,” kata Veranita dalam sesi panel bertajuk “The Future of AI in Indonesia”.

Menurut dia, perusahaan teknologi dan perusahaan rintisan global mulai memanfaatkan agentic AI, yakni sistem AI yang dapat menjalankan serangkaian tugas untuk mencapai tujuan tertentu. Teknologi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk mengubah alur kerja, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan sumber nilai baru.

Infrastruktur dan Talenta Jadi Tantangan

Pemanfaatan AI menawarkan peluang untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, serta memperbaiki pengalaman pelanggan. Namun, perusahaan tidak cukup hanya mengadopsi teknologi tanpa menyiapkan fondasi pendukungnya.

Telkom memandang pengembangan AI sebagai sebuah ekosistem teknologi yang saling terhubung. Fondasi tersebut mencakup konektivitas dan infrastruktur digital, layanan cloud dan daya komputasi, pengembangan model AI, hingga aplikasi yang dapat digunakan dalam berbagai sektor bisnis.

Keterhubungan antarkomponen itu memungkinkan perusahaan mengembangkan solusi sesuai kebutuhan, mulai dari pengolahan data hingga penerapan AI dalam proses operasional.

“Yang perlu kita bangun bukan hanya kemampuan teknologinya, tetapi juga ekosistem yang mendukung. Mulai dari infrastruktur digital, data, talenta, hingga kolaborasi lintas sektor,” ujar Veranita.

Ia menilai kesiapan berbagai elemen tersebut akan menentukan sejauh mana AI mampu menghasilkan manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.

Telkom Andalkan Infrastruktur Digital

Melalui Telkom Solution, Telkom menawarkan kapabilitas yang mencakup AI, data, cloud, dan infrastruktur digital. Perusahaan mengintegrasikan berbagai layanan itu untuk membantu pelanggan menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

TelkomGroup juga mengandalkan jaringan dan infrastruktur yang mencakup serat optik, satelit, pusat data, serta fasilitas pendukung lainnya. Infrastruktur tersebut menjadi modal untuk memperluas pemanfaatan AI sekaligus menghubungkan berbagai layanan digital dalam satu ekosistem.

Dalam rangkaian Road to DTIIF 2026, TelkomGroup turut memperkenalkan kapabilitas di bidang konektivitas, pusat data, cloud, AI, dan solusi digital untuk kebutuhan bisnis. Perusahaan juga menghadirkan PaDi UMKM, platform perdagangan yang menghubungkan BUMN dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta LinkAja sebagai layanan pembayaran digital.

Kehadiran berbagai layanan tersebut menunjukkan cakupan bisnis digital TelkomGroup sekaligus membuka ruang kerja sama dengan pelaku industri dan mitra strategis.

Telkom Bidik Peluang AI di Indonesia

Veranita mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan ekosistem AI yang sesuai dengan kebutuhan nasional. Karena itu, kolaborasi antara perusahaan teknologi, pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi penting agar inovasi tidak berhenti pada tahap pengembangan.

“Kami melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga turut membangun dan mengembangkan ekosistem AI yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” ujarnya.

Forum DTIIF menjadi salah satu ruang bagi pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan teknologi dan peluang investasi digital. Pertemuan tersebut juga mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi pengembangan solusi teknologi.

Ke depan, Telkom melalui Telkom Solution menyatakan akan terus mengembangkan kapabilitas digital dan memperluas kolaborasi untuk mendukung pertumbuhan ekosistem AI nasional.

Veranita menegaskan, pengembangan AI perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesiapan infrastruktur, data, talenta, dan kemampuan digital. Dengan fondasi yang memadai, teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing dunia usaha Indonesia.***