Batamclick.com, NATUNA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan literasi keuangan bagi para pelaku sektor perikanan di Kabupaten Natuna. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Literasi dan Business Matching Produk Keuangan Sektor Perikanan yang digelar di Natuna, Rabu (30/9/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala OJK Provinsi Kepri Sinar Danandjaya, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Natuna Khaidir, serta Sekretaris Dinas Perikanan Natuna Dedy Damhudy. Sebanyak 100 peserta yang terdiri atas offtaker, pengepul, nelayan tangkap, pembudidaya, pengolah hasil perikanan, hingga penyuluh perikanan hadir mempertemukan kebutuhan modal mereka dengan pihak perbankan dan lembaga keuangan nonbank.
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, menekankan bahwa potensi sektor perikanan Natuna yang melimpah harus diimbangi dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak serta kemudahan akses permodal formal agar para pelaku usaha semakin bankable.
“Peningkatan literasi dan perluasan akses pembiayaan harus berjalan seiring. Pelaku usaha perlu memahami risiko, manfaat, serta kewajiban sebelum memanfaatkan produk keuangan agar dapat mengembangkan kapasitas usahanya secara berkelanjutan,” ujar Sinar.

Selain materi pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap penipuan/pinjaman ilegal, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program pembiayaan subsidi margin nol persen yang disediakan Pemkab Natuna serta Pemprov Kepri melalui bank daerah.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Dedy Damhudy, mengapresiasi langkah OJK dalam menjembatani nelayan lokal dengan industri jasa keuangan. Apalagi, Natuna memiliki potensi perikanan yang sangat besar dengan jumlah nelayan mencapai 10.347 orang dan total produksi perikanan tangkap mencapai 72.394 ton.
“Komoditas unggulan kita seperti ikan kerapu, lobster, dan ikan Napoleon sudah berorientasi ekspor. Dukungan akses pembiayaan ini sangat dibutuhkan untuk mendorong modal kerja dan pengembangan usaha nelayan,” jelas Dedy.
Sebagai rangkaian acara, tim OJK Kepri juga meninjau langsung sejumlah lokasi usaha budidaya ikan laut, ikan air tawar, hingga offtaker nelayan tangkap di Natuna untuk memetakan alur bisnis serta kebutuhan pembiayaan di lapangan.










