Temui Deputi 6 BP Batam, ASITA Sampaikan Rencana Perwako dan Maraknya Travel Ilegal

BATAMCLICK.COM: ASITA Kepri mendorong penguatan aturan pariwisata Batam, terutama untuk memperjelas legalitas dan standar layanan usaha perjalanan wisata. Persoalan itu dibahas saat pengurus DPD ASITA Kepri bertemu dengan Deputi 6 Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty, Selasa (29/9/2026).

Ketua DPD ASITA Kepri Eva Betty mengatakan, perkembangan usaha pariwisata membutuhkan regulasi yang jelas agar pelaku usaha memiliki pedoman dan wisatawan memperoleh layanan yang sesuai standar.

“Kami mendorong adanya aturan yang jelas. Dengan begitu, pelaku usaha memiliki kepastian dan wisatawan mendapat pelayanan yang baik,” kata Eva.

Bahas Perwako Pariwisata

Pertemuan tersebut juga membahas penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwako) Batam tentang pariwisata.

Eva mengatakan ASITA ikut memberikan masukan dalam proses penyusunan aturan tersebut melalui Tim 11 yang diketuai Surya Wijaya.

“Perwako ini penting untuk memperjelas tata kelola pariwisata Batam. Kami ingin aturan ini bisa menjawab kebutuhan pelaku usaha dan perkembangan pariwisata,” ujarnya.

ASITA juga mendorong pembentukan BTPB Batam untuk memperkuat koordinasi antarpelaku dan pemangku kepentingan pariwisata.

Soroti Legalitas Agen Perjalanan

Eva mengatakan, ASITA turut menyampaikan perkembangan usaha perjalanan wisata yang semakin beragam di Batam.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat sosialisasi dan pengawasan terhadap legalitas penyedia jasa perjalanan. Langkah itu penting agar masyarakat dapat memilih layanan berdasarkan informasi yang jelas.

ASITA juga menyoroti kegiatan pelatihan bagi calon agen perjalanan. Eva berharap penyelenggara memiliki kelembagaan dan perizinan yang sesuai dengan ketentuan.

“Kami ingin semuanya berjalan sesuai aturan. Ini untuk menjaga kualitas layanan sekaligus melindungi wisatawan,” katanya.

BP Batam Terima Masukan

Deputi 6 Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty menyambut masukan yang disampaikan ASITA Kepri.

Eva mengatakan, Ariastuty akan meneruskan pembahasan tersebut kepada pimpinan BP Batam.

“Beliau menyambut baik masukan kami dan akan menyampaikannya kepada pimpinan,” kata Eva.

ASITA selanjutnya menyiapkan sosialisasi yang melibatkan pelaku usaha perjalanan wisata, hotel, dan transportasi.

Organisasi tersebut juga merencanakan kunjungan ke pelabuhan ferry terminal internasional untuk melihat langsung pelayanan kepada wisatawan.

Eva berharap koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha terus berjalan agar penataan pariwisata Batam dapat dilakukan secara terarah.

“Yang kami inginkan sederhana, aturan jelas, usaha tertata, dan pelayanan kepada wisatawan semakin baik,” ujarnya.(bos)