Batamclick.com,
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau mencatat peningkatan investasi menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2026, dengan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 24,08 persen secara tahunan.
Kepala KPw Kepri Rony Widijarto mengatakan pertumbuhan PMTB tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam perekonomian Kepri karena menunjukkan peningkatan aktivitas investasi.
“Alhamdulillah, Kepri ditopang oleh pertumbuhan investasi yang naik, salah satunya didorong investasi data center di Batam. Ini akan membuat efek multiplier saat industri mulai berjalan dan produksi terutama untuk bidang manufaktur di Kepri,” kata Rony saat dikonfirmasi di Batam, Kamis.
Ia mengatakan kontribusi PMTB terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri meningkat dari 3,02 persen pada triwulan I 2026 menjadi 10,02 persen pada triwulan II 2026.
Pertumbuhan PMTB sebesar 24,08 persen tersebut menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
“Andil PMTB yang naik dari triwulan I ke triwulan II luar biasa tinggi. Lalu, juga PMTB yang naik 24 persen melonjak tinggi sekali,” ujarnya.
Menurut dia, peningkatan investasi tersebut antara lain ditopang oleh pembangunan industri digital, khususnya data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Batam.
Pertumbuhan investasi data center di Batam juga akan terus berlanjut, menurut BI Kepri, dengan posisi geografis Batam yang dekat dengan Singapura, serta didukung konektivitas kabel bawah laut Nongsa-Changi Cable.
Sebagai contoh, DayOne memiliki kampus data center berkapasitas 72 megawatt (MW) di Nongsa Digital Park (NDP). Perusahaan juga menyiapkan ekspansi dengan pendanaan sebesar 412 juta dolar AS serta proyek di Kabil dengan kapasitas mencapai 450 MW.
BI Kepri juga mencatat pada triwulan II 2026, ekonomi Kepri tumbuh 7,02 persen secara kumulatif.
“Capaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatera sebesar 5,06 persen secara tahunan, dan menjadi pertumbuhan tertinggi di Sumatera dan ketiga tertinggi secara nasional,” ujarnya.
Rony mengatakan investasi pusat data juga membuka kebutuhan terhadap utilitas strategis seperti listrik, air, dan konektivitas, sekaligus membuka ruang pengembangan ekosistem digital bernilai tambah.
Lebih lanjut, ia menyebut Batam memiliki peran besar terhadap perekonomian Kepri.
Kontribusi Batam mencapai sekitar 67 persen terhadap perekonomian provinsi, sehingga perkembangan investasi di kota tersebut turut mempengaruhi kinerja ekonomi Kepri.
“Batam itu sudah 67 persen secara keseluruhan, mampu tumbuh tinggi dengan investasi data center, akan lebih tinggi lagi ke depan. Ini merupakan tantangan untuk meningkatkan produktivitas di daerah lain,” ujarnya.
Sumber, Antara










