Ketua Mansor… (MakanSorang)

Dongeng Pagi

‎Di bawah kerindangan pohon batu di tengah rimba belantara, suasana mendadak suram tapi penuh intrik panas. Enam ekor kera berbulu kusam berkumpul melingkar dengan wajah masam, sinis, dan sorot mata membara penuh dendam kesumat. Perut mereka keroncongan karena sudah tiga hari tidak mencium aroma pisang manis, sementara di atas dahan, kepala mereka sibuk melemparkan gelembung pikiran penuh protes.

Ada yang membayangkan kulit pisang busuk, ada yang mengumpat soal keranjang kosong, hingga membayangkan bos mereka mengenakan mahkota palsu dengan seringai paling menyebalkan.

“Kurang ajar si Boss! Buah-buahan se-hutan dia pangkas sendiri, kita malah disuruh gigit jari!” gerutu salah satu kera dengan gigi bergemeretak.

Tak jauh dari tempat mereka merumpi, sang ketua geng kera sedang berpesta pora di atas tumpukan harta karun rimba. Ditemani dua ekor pengikut setianya yang asyik bertepuk tangan memuji, sang bos duduk manis di atas menggunungnya pisang, mangga, dan buah-buahan segar dengan wajah sumringah tanpa beban. Ia merasa dirinyalah penguasa mutlak yang paling berjaya.

Namun, di atas dahan batu yang agak tinggi, seekor Kancil kecil duduk manis sambil memegangi perutnya yang bergetar hebat. Ia menunjuk ke arah kelompok kera yang kelaparan dan si bos yang serakah secara bergantian, lalu tertawa terbahak-bahak mengejek kekonyolan drama rimba tersebut.

Kancil menggeleng-gelengkan kepala melihat betapa bodohnya dinamika kelompok itu: para anak buah sibuk bergosip dan merencanakan kudeta karena kelaparan, sementara sang pemimpin sibuk menimbun makanan sampai tumpah-tumpah tanpa peduli anak buahnya kurus kering.

Cerita ini murni fiksi belaka, sekadar pengantar hari agar kalian makin semangat dan bahagia. Kalau ada kesamaan atau kemiripan dengan kisah yang sedang dialami pembaca… aduh, kalian kok bisa begitu banget sih?

https://www.facebook.com/share/p/1BkyPjEDrD