BATAM – Pulau Galang disiapkan menjadi salah satu pusat pengembangan industri hijau dan teknologi tinggi di Batam. Melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park, PT Galang Bumi Industri menargetkan pembangunan tahap pertama di atas lahan seluas 150 hektare mulai awal 2027.
Proyek ini tidak hanya membangun kawasan industri baru, tetapi juga menyiapkan ekosistem hilirisasi pasir silika hingga pengembangan industri semikonduktor. Jika terealisasi sesuai rencana, investasi tersebut berpotensi membuka lapangan kerja bagi puluhan ribu tenaga kerja lokal sekaligus memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok industri teknologi tinggi.
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan PT Galang Bumi Industri menandatangani Nota Kesepakatan pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan kawasan tersebut di Marketing Center BP Batam, Rabu, 28 Oktober 2026. Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Presiden Direktur PT Galang Bumi Industri Akhmad Ma’ruf Maulana menandatangani kesepakatan itu.
Ma’ruf mengatakan, pihaknya menyiapkan pengembangan industri yang terhubung dengan sumber bahan baku pasir silika di Kabupaten Lingga. Menurut dia, pasir silika dari wilayah tersebut memiliki tingkat kemurnian hingga 99 persen dan berpotensi menjadi bahan baku industri bernilai tambah tinggi.

Rencana pengembangan industri itu mencakup pengolahan pasir silika untuk menghasilkan material yang dibutuhkan dalam rantai produksi semikonduktor. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi sumber daya alam agar Indonesia tidak hanya memasok bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Sebagai langkah awal penyiapan sumber daya manusia, Wiraraja akan merekrut 90 orang untuk mengikuti pelatihan kompetensi di bidang pengolahan pasir silika yang diarahkan untuk mendukung industri semikonduktor.
Adapun dalam jangka pengembangan investasi, Ma’ruf memperkirakan proyek tersebut dapat menyerap hingga puluhan ribu tenaga kerja lokal. Besarnya potensi penyerapan tenaga kerja itu sejalan dengan rencana pembangunan kawasan industri dan pengembangan berbagai kegiatan usaha di dalamnya.
“Kami berharap BP Batam terus mendukung industri kami. Kami ingin membuktikan bahwa investasi ini nyata dan bisa membangun industri di Batam,” kata Ma’ruf.
Ia juga menyebut kelompok usahanya tengah menjajaki dan mengembangkan kerja sama dengan sejumlah investor asing. Dalam keterangannya, Ma’ruf menyinggung keterlibatan konsorsium perusahaan Amerika Serikat serta peluang investasi dari Jepang dan Inggris.

Menurut dia, Batam memiliki posisi strategis untuk pengembangan industri, termasuk industri panel surya. Ia menyebut terdapat 26 perusahaan panel surya yang berencana beroperasi. Namun, nilai investasi, jadwal operasional, dan tahapan realisasi masing-masing perusahaan masih memerlukan perincian lebih lanjut.
Ma’ruf berharap dukungan BP Batam dapat mempercepat pembangunan kawasan industri Wiraraja. Ia juga menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk jalan, yang nantinya akan dihibahkan kepada BP Batam.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyambut kerja sama tersebut. Ia menilai pengembangan kawasan industri berbasis energi hijau dan teknologi tinggi dapat memperkuat daya tarik investasi Batam, terutama ketika persaingan antarkawasan industri semakin ketat.
“Batam sudah mendapat atensi langsung dari Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan perizinan berusaha. Dengan Nota Kesepakatan ini, mari kita sama-sama membangun komitmen untuk mempercepat prosesnya,” ujar Amsakar.
Amsakar menyampaikan, realisasi investasi Batam hingga triwulan III 2026 telah mencapai Rp59,89 triliun dari target tahunan sebesar Rp70 triliun. Dengan demikian, Batam masih perlu mengejar sekitar Rp10,11 triliun untuk memenuhi target investasi sepanjang 2026.

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun. Keyakinan itu didukung oleh aktivitas investasi yang terus berjalan dan upaya BP Batam memperkuat kemudahan berusaha serta mempercepat pelayanan perizinan.
Selain investasi, Amsakar menyebut pertumbuhan ekonomi Batam telah mencapai 7,28 persen. Menurut dia, pengembangan PSN Wiraraja menjadi strategis karena sektor energi baru terbarukan dan industri ramah lingkungan semakin relevan dengan kebutuhan pasar.
“Kami juga yakin PSN Wiraraja ini akan komplementer dengan PSN lainnya, yaitu Rempang Eco City yang dikembangkan di Batam,” ujar Amsakar.

Melalui kerja sama pemerintah dan dunia usaha, BP Batam berharap pembangunan PSN Wiraraja berjalan sesuai tahapan yang direncanakan. Pengembangan kawasan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan mendorong transformasi industri Batam menuju sektor berteknologi tinggi.
Jika rencana hilirisasi pasir silika dan pengembangan semikonduktor berjalan sesuai target, Pulau Galang berpeluang menjadi bagian penting dari penguatan industri teknologi Indonesia. Namun, realisasi investasi, pembangunan infrastruktur, dan penyiapan tenaga kerja akan menjadi penentu utama terwujudnya ambisi tersebut.(bos)










