Mahasiswa Unja kembang inovasi “smart farming” kurangi pupuk kimia

BATAMCLICK.COM : Mahasiswa Universitas Jambi (Unja) mengembangkan inovasi smart farming pada lahan pertanian di Desa Setiris, Kabupaten Muaro Jambi, untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Inovasi smart farming yang dikembangkan oleh mahasiswa dari Laboratorium Agribisnis Fakultas Pertanian Unja telah membawa dampak luar biasa bagi petani di Desa Setiris, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi.

“Melalui Program Inovasi Desa (Pro-IDE), para mahasiswa berhasil mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dengan memperkenalkan pupuk organik serbuk kayu. Hasilnya, padi di lahan pertanian desa tumbuh lebih subur dan sehat,” kata Dosen pembimbing Pro-IDE Unja Riri Oktari Ulma dalam keterangan yang diterima Jambi, Rabu.

BACA JUGA:   Jelang Pra TMMD Reguler ke-111, Pemdes Tamansari Gelar Rapat Koordinasi

Dalam Program Pro-IDE, para mahasiswa tidak hanya mengembangkan pupuk organik, kata dia, tetapi juga membantu petani mempersiapkan lahan sebelum musim tanam.

Sebanyak dua ton pupuk organik serbuk kayu diproduksi dan diaplikasikan ke lahan sawah, yang terbukti efektif menyuburkan tanah dan mendukung pertumbuhan padi secara optimal.

Dengan penerapan pupuk organik itu, lanjutnya, Desa Setiris tidak hanya berhasil mengurangi penggunaan bahan kimia yang merusak lingkungan, tetapi juga meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Keberhasilan itu diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

BACA JUGA:   Pendidikan Aklaq Pada Anak Harus Dapat Perhatian Yang Lebih Agar Tidak Terjadi krisis Moral dan Aqlak di Masa Yang Akan Datang

Riri Oktari mengatakan Program Inovasi Desa bertujuan memberikan solusi nyata bagi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan, terutama di bidang pertanian.

“Mahasiswa dari Laboratorium Agribisnis Fakultas Pertanian Unja telah membuktikan bahwa inovasi lokal dan pemanfaatan sumber daya alam dapat memberikan dampak positif yang besar,” katanya.

Desa Setiris kini menjadi contoh sukses kolaborasi antara pendidikan dan komunitas dapat menghasilkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan. Petani di desa tersebut kini memiliki harapan baru dengan adanya metode pertanian organik yang lebih sehat dan menguntungkan.

BACA JUGA:   Telkom Dukung Pemulihan 82,1 Ha Lahan Kritis dengan Reboisasi 33.800 Bibit Pohon

Ke depan, kata dia, diharapkan inovasi-inovasi semacam itu terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Ketua Kelompok Tani Tanjung Harapan Dasnis mengatakan pupuk organik serbuk kayu tersebut membuat padi petani tumbuh subur dan sehat. Ini adalah terobosan besar bagi pertanian di desa mereka.

Pihaknya berencana memproduksi pupuk organik ini secara mandiri pada masa depan.

Sumber : Antara