BKKBN Kepri Tembus Target! 10 Ribu Keluarga Terlepas dari Ancaman Stunting

Program Genting BKKBN berhasil menurunkan angka stunting di Kepri dengan menjangkau 10.111 keluarga berisiko
Program Genting BKKBN berhasil menurunkan angka stunting di Kepri dengan menjangkau 10.111 keluarga berisiko

Program Genting Jadi Gerakan Bersama Lawan Stunting di Kepri

Upaya menekan angka stunting di Kepri terus menunjukkan hasil menggembirakan. Melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kepulauan Riau berhasil menjangkau 10.111 keluarga berisiko stunting (KRS) di seluruh wilayah provinsi ini hingga Oktober 2025.

Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, menjelaskan bahwa capaian tersebut melampaui dua kali lipat dari target awal, yakni 4.626 keluarga dengan total sasaran 9.135 penerima bantuan.

“Alhamdulillah, realisasi kita mencapai 218,57 persen dari target. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dari berbagai pihak dalam mencegah stunting benar-benar hidup di Kepri,” ujar Rohina di Batam, Senin (27/10).

Dukungan Nyata: Dari Nutrisi hingga Rumah Layak Huni

Bantuan dalam Program Genting tidak sekadar berupa penyuluhan atau edukasi, melainkan juga bentuk dukungan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

BKKBN Kepri telah menyalurkan 34 akses air bersih, membangun 120 jamban sehat, melakukan 14 bedah rumah, serta membagikan 4.523 paket nutrisi untuk keluarga berisiko stunting. Selain itu, ada 5.420 kegiatan edukasi tentang pola asuh, gizi, dan kesehatan keluarga.

“Untuk bantuan infrastruktur seperti air bersih dan jamban sehat, kami menyalurkannya langsung ke rumah-rumah keluarga penerima manfaat. Banyak juga pihak swasta yang terlibat melalui program tanggung jawab sosial (CSR),” jelas Rohina.

Batam Jadi Daerah dengan Penerima Terbanyak

Dari tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau, Batam menjadi penerima manfaat terbanyak dengan 5.597 keluarga. Disusul Anambas sebanyak 1.122 keluarga, dan Tanjungpinang 925 keluarga.

Keberhasilan ini, menurut Rohina, tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Semua bergerak bersama karena menyadari bahwa stunting bukan hanya masalah gizi, tapi juga masa depan generasi Kepri.

Didukung Dana CSR dan BOKB dari Pemerintah Pusat

Total nilai bantuan yang telah disalurkan melalui Program Genting mencapai Rp1,48 miliar. Dana tersebut bersumber dari CSR berbagai perusahaan dan dukungan lembaga keuangan, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Sementara itu, pembiayaan utama kegiatan pencegahan stunting tetap berasal dari Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dari pemerintah pusat kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bidang KB di setiap kabupaten/kota.

“Dana BOKB lebih fokus untuk kegiatan edukasi kepada kader dan masyarakat agar mereka memiliki pemahaman yang benar dalam mencegah stunting sejak dini,” terang Rohina.

Komitmen Bersama untuk Generasi Kepri yang Sehat

Rohina menegaskan, capaian gemilang ini menjadi bukti kuat bahwa pencegahan stunting di Kepri tidak bisa melakukannya sendiri. Melainkan harus melalui sinergi lintas sektor. Pemerintah, swasta, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak tumbuh sehat dan cerdas.

“Kita ingin semua anak Kepri lahir sehat, tumbuh optimal, dan memiliki masa depan cerah. Program Genting menjadi bukti bahwa komitmen dan kepedulian bersama mampu membawa perubahan nyata,” tutupnya.(dede)