BATAMCLICK.COM: Di tengah dinamika industri dan tantangan global yang kian kompleks, Telkom Indonesia menyampaikan pesan kuat: transformasi dan keberlanjutan tak boleh berhenti. Pesan ini terasa begitu kuat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang digelar Selasa, 27 Mei 2025, di Jakarta.
Bukan hanya soal angka yang mencengangkan — Rp21 triliun dividen dibagikan kepada para pemegang saham, atau 89% dari laba bersih perusahaan — tetapi lebih pada cerita tentang bagaimana sebuah perusahaan telekomunikasi pelat merah terus berbenah, menyiapkan diri sebagai fondasi digital bangsa.
Di balik angka itu, terselip harapan, kerja keras, dan komitmen untuk terus menjadi yang terdepan. Masing-masing pemegang saham akan menerima Rp212,47 per lembar saham, sebuah apresiasi atas kepercayaan dan kesetiaan yang telah mereka berikan.
Namun, Telkom tak hanya berbicara tentang pembagian keuntungan. Dalam rapat tersebut juga disepakati aksi pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp3 triliun, sebagai bentuk upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah gejolak pasar. Sebuah langkah strategis yang menggambarkan betapa seriusnya perusahaan ini dalam menjaga nilai dan kepercayaan publik.
Menjaga Asa Digital Indonesia

Di sesi konferensi pers, Wakil Direktur Utama Telkom, Muhammad Awaluddin, berbicara dengan penuh semangat. “Sebagai flag carrier industri telekomunikasi, Telkom harus menjadi akselerator pembangunan infrastruktur digital nasional,” ujarnya.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Di baliknya, tersimpan komitmen besar untuk mewujudkan ekosistem digital yang kuat dan mandiri. Dari portofolio layanan fixed dan mobile broadband, pusat data (data center), hingga infrastruktur digital lainnya, Telkom bertekad memainkan peran strategis dalam mendukung visi pemerintahan Presiden Prabowo–Gibran melalui Asta Cita dan berbagai program strategis nasional.
“Transformasi yang kami lakukan tidak hanya menyentuh sisi bisnis, tapi juga menyangkut peran Telkom sebagai enabler bagi kedaulatan digital Indonesia,” tambah Awaluddin.
Kinerja yang Bertahan di Tengah Gelombang

Tahun 2024 bukan tahun yang mudah. Dunia dihantam tekanan makroekonomi global, dan industri telekomunikasi pun tak luput dari dampaknya. Namun Telkom menunjukkan daya tahan yang luar biasa. Dengan pendapatan konsolidasi mencapai Rp150 triliun, dan EBITDA sebesar Rp75 triliun (margin 50%), perusahaan berhasil menjaga kestabilan fundamentalnya. Bahkan di tengah pelaksanaan program pensiun dini (ERP), margin laba bersih tetap bertahan di angka 15,8%, dengan keuntungan bersih Rp23,6 triliun.
Langkah transformasi yang digagas melalui strategi Five Bold Moves (5BM) pun terus berjalan. Mulai dari penguatan infrastruktur digital melalui Telkom Infra, pembangunan pusat data melalui NeutraDC, integrasi layanan Fixed-Mobile Convergence (FMC), hingga kemitraan strategis B2B dan inovasi layanan digital lewat DigiCo.
Setiap langkah itu seperti satu simpul dari jaringan besar Telkom — bukan hanya jaringan kabel dan sinyal, tetapi juga jaringan harapan, kerja sama, dan visi besar tentang masa depan digital Indonesia.
Dari Rapat ke Masa Depan: Menyusun Ulang Barisan Pemimpin
RUPST ini juga menetapkan susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi Telkom. Sebuah perombakan yang diharapkan membawa semangat dan strategi baru bagi perjalanan panjang Telkom ke depan.
- Dewan Komisaris Telkom 2024:
- Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
- Komisaris Independen: Yohanes Surya, Rizal Mallarangeng, Deswandhy Agusman
- Komisaris: Ismail, Ossy Dermawan, Rionald Silaban, Silmy Karim
- Direksi Telkom 2024:
- Direktur Utama: Dian Siswarini
- Wakil Direktur Utama: Muhammad Awaluddin
- Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
- Direktur Human Capital Management: Henry Christiadi
- Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
- Direktur Network: Nanang Hendarno
- Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji
- Direktur Wholesale & International Service: Honesti Basyir
- Direktur IT Digital: Faizal Rochmad Djoemadi
Di bawah kepemimpinan yang baru ini, Telkom menegaskan komitmennya: menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, serta memperkuat fondasi bisnis menghadapi tantangan global ke depan.
Telkom Tak Pernah Sekadar Soal Sinyal
Di balik layar bisnis dan angka, Telkom adalah cerita tentang keteguhan membangun masa depan. Di balik setiap tower, kabel, dan data center, ada ribuan manusia yang bekerja membangun koneksi — bukan hanya digital, tapi juga emosional — antara bangsa ini dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Karena bagi Telkom, menjadi pemimpin bukan hanya soal membangun jaringan. Tapi soal menghubungkan hati, menyatukan visi, dan mengangkat masa depan.









