Kendaraan di Batam Bebas Polusi, Impian Warga, Kenyataanya?

Kendaraan di Batam Bebas Polusi
Kendaraan di Batam Bebas Polusi

Kendaraan di Batam Bebas Polusi, itu menjadi target dan impian seluruh warga Kota Batam.

DLH Batam uji emisi gratis 1.574 kendaraan selama tiga hari, mayoritas lolos, tapi kendaraan solar masih jadi perhatian utama

Kendaraan di Batam bebas polusi semakin menjadi harapan bersama, seiring meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga udara bersih. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Bhayangkara ke-79, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam menyelenggarakan uji emisi gratis selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juni 2025.

Kegiatan ini berlangsung di tiga titik strategis: Mall Top 100 Tembesi, CGC Sagulung, dan Dataran Engku Hamidah Sei Panas. Total 1.574 kendaraan roda empat hingga roda dua belas mengikuti pengujian, mencakup kendaraan berbahan bakar bensin, premium, pertalite, dan solar.

“Untuk kendaraan berbahan bakar bensin, sebanyak 736 dari 796 unit dinyatakan lulus uji emisi, atau sekitar 92,5 persen,” ujar IP, Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Batam, Jumat (27/6).

Namun, hasil berbeda muncul pada kendaraan solar. Dari 778 unit, hanya 463 kendaraan yang lulus uji, sementara 315 lainnya tidak memenuhi standar emisi, setara dengan 40,5 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa kendaraan berbahan bakar solar perlu perhatian khusus, terutama dalam hal perawatan berkala dan kualitas bahan bakar yang digunakan,” tambah IP.

DLH Batam menilai, hasil uji emisi ini memberikan gambaran nyata terhadap kondisi udara di Kota Batam, serta menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan pengendalian pencemaran udara ke depan.

Uji emisi tidak hanya mengukur angka, tetapi mencerminkan upaya kolektif untuk mewujudkan kota yang lebih bersih dan sehat. DLH Batam berharap masyarakat semakin rutin merawat kendaraan mereka, karena kendaraan sehat berarti udara yang lebih layak dihirup.

“Kami ingin warga Batam sadar, bahwa menjaga mesin kendaraan tetap prima juga berarti menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkap IP.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Langit Biru, inisiatif nasional dari pemerintah pusat untuk menekan emisi kendaraan bermotor dan meningkatkan kualitas udara di perkotaan.