BATAMCLICK.COM: Penerimaan PBB Batam diproyeksikan melonjak pada Agustus 2025. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam optimistis realisasi pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) mampu mencapai 90 persen dari target Rp270 miliar. Keyakinan ini muncul setelah diberlakukannya program bebas denda yang berlaku mulai 17 Agustus hingga 17 September 2025.
Sekretaris Bapenda Batam, M. Aidil Sahalo, mengatakan tren pembayaran pajak menunjukkan peningkatan signifikan meski pihaknya tidak bisa memantau jumlah pasti wajib pajak yang memanfaatkan program insentif tersebut.
“Memang ada peningkatan pembayaran. Selain karena adanya insentif, masyarakat juga diingatkan oleh batas waktu jatuh tempo pada 31 Agustus. Saat ini realisasi PBB-P2 sudah mencapai 67,92 persen,” jelas Aidil di Batam, Senin.
Agustus, Bulan Emas Penerimaan Pajak
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Agustus selalu menjadi bulan dengan penerimaan PBB-P2 tertinggi. Tahun ini, dengan tambahan insentif penghapusan denda, Bapenda semakin percaya diri bahwa pencapaian target bisa lebih optimal.
“Kami optimis Agustus menjadi bulan dengan penerimaan tertinggi, dan harapannya 90 persen dari target pendapatan dapat tercapai sebelum akhir bulan,” tambah Aidil.
Namun, ia menegaskan bahwa bagi wajib pajak yang tidak melunasi kewajibannya hingga 31 Agustus, sanksi administrasi otomatis berlaku sesuai Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Fasilitas Cicilan untuk Wajib Pajak
Meski begitu, Bapenda Batam tetap memberikan kelonggaran bagi wajib pajak tertentu yang menunggak dalam jumlah besar. Mereka dapat mengajukan mekanisme pembayaran secara bertahap.
“Biasanya, wajib pajak badan usaha yang menunggak lama karena kendala keuangan memanfaatkan fasilitas cicilan ini,” jelas Aidil.
Dengan kombinasi antara insentif bebas denda, kemudahan mekanisme cicilan, serta kesadaran masyarakat membayar pajak tepat waktu, Bapenda Batam berharap penerimaan pajak tidak hanya mencapai target, tetapi juga memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan kota.









