Batamclick.com, Batam – Cernival (Creative and Innovative Riau Island Carnival) 2025 yang digelar di Harbor Bay Downtown, Kota Batam, pada Jumat (25/7/2025) menjadi panggung utama bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) untuk menunjukkan kemajuan transformasi digital. Acara ini bukan sekadar pameran, melainkan ajang nyata untuk mengajak masyarakat merasakan langsung manfaat sistem pembayaran digital QRIS yang kini telah merambah berbagai sektor, dari UMKM hingga pembayaran pajak daerah.
Rony Widijarto, Kepala KPw BI Kepri, menegaskan bahwa digitalisasi kini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami ingin membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, di mana UMKM dan masyarakat luas bisa merasakan langsung manfaatnya. Wisatawan mancanegara pun bisa dengan mudah bertransaksi lewat QRIS lintas negara,” ujar Rony saat membuka Cernival.
Setelah sempat vakum selama setahun, Cernival kembali hadir bukan hanya sebagai ajang promosi, tetapi sebagai ruang praktik nyata digitalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahun 2023, kegiatan ini berhasil mencatat transaksi lebih dari Rp408 juta dan dihadiri lebih dari 13.700 pengunjung.
“Tahun ini kami ingin lebih dari itu. Kami ingin masyarakat sadar bahwa digitalisasi bukan hal yang rumit, tapi solusi yang memudahkan,” kata Rony, optimis terhadap dampak positif Cernival 2025.
Dalam ajang yang berlangsung selama tiga hari (25–27 Juli) ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk mencoba langsung berbagai layanan pembayaran digital yang melibatkan UMKM dan instansi pemerintah. Pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam juga turut membuka booth dan menghadirkan demo transaksi non-tunai di lokasi acara, mengajak masyarakat merasakan kemudahan transaksi digital secara langsung.
QRIS kini telah merambah berbagai sektor. Tak hanya digunakan UMKM di pasar-pasar tradisional dan sentra kuliner, sistem ini juga mulai diterapkan untuk pembayaran pajak daerah. BI Kepri telah bekerja sama dengan Bapenda Kota Batam agar masyarakat bisa membayar pajak secara non-tunai melalui berbagai platform digital populer seperti Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, GoPay, dan lainnya.
“Tak perlu antre atau repot membawa uang tunai. QRIS memberi kemudahan dan transparansi bagi semua pihak,” imbuh Rony.
Antusiasme terhadap QRIS pun terus meningkat. Hingga pertengahan 2025, volume transaksi QRIS di Kepri mencapai Rp33,94 juta, naik 117,34 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara nilai transaksinya telah menembus Rp4,1 triliun, menunjukkan adopsi yang signifikan.
Melalui Cernival 2025, BI Kepri berharap masyarakat semakin familiar dan nyaman menggunakan QRIS, mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif di Batam dan Kepulauan Riau.










