Uji Emisi Gratis di Batam kembali menarik perhatian warga. Selama tiga hari berturut-turut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam melayani pengujian emisi kendaraan secara cuma-cuma bagi pemilik mobil berbahan bakar solar dan bensin.
Antusiasme masyarakat pun meluap sejak pagi. Hingga pukul 11.00 WIB pada hari kedua pelaksanaan, tercatat 120 kendaraan bensin dan 101 kendaraan solar telah diuji. Totalnya mencapai 1.337 unit dari target 1.500 hingga 1.600 kendaraan roda empat.
“Program ini bagian dari upaya kami untuk mengendalikan pencemaran udara dari sektor transportasi. Ini agenda rutin setiap tahun,” ujar Kepala DLH Batam, Herman Rozie, Kamis (26/6/2025).
DLH menggelar uji emisi gratis mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di tiga titik padat kendaraan: kawasan Mall Top 100 Tembesi, CGC Sagulung, dan Dataran Engku Hamidah Sei Panas. Lokasi dipilih berdasarkan kepadatan lalu lintas dan kelayakan tempat untuk melakukan pengujian dengan aman dan efisien.
“Tiap tahun kami pilih lokasi yang berbeda. Kami sesuaikan dengan situasi lapangan. Kali ini kami dibantu polisi lalu lintas dan pihak swasta seperti Toyota, yang turut menyediakan peralatan uji,” jelas Herman.
Uji emisi ini menyasar kendaraan roda empat hingga roda dua belas. DLH secara khusus mengecualikan sepeda motor, kendaraan hybrid, dan kendaraan listrik dari pengujian ini. Petugas menggunakan tiga alat—dua untuk kendaraan berbahan solar dan satu untuk bensin.
Masyarakat pun menunjukkan kepedulian tinggi. Banyak yang datang bukan karena kewajiban, melainkan karena keinginan tahu kondisi emisi kendaraannya.
“Ini tanda bahwa kesadaran lingkungan mulai tumbuh. Warga ingin pastikan kendaraannya tidak berkontribusi pada polusi,” ujar Herman.
Setiap kendaraan yang lolos uji mendapat stiker khusus sebagai tanda telah memenuhi ambang batas emisi. Sedangkan kendaraan yang tidak lulus akan mendapat rekomendasi teknis.
“Biasanya kami sarankan agar kendaraan segera diservis, misalnya ganti oli atau gunakan pelumas yang sesuai,” tambahnya.
Herman menegaskan bahwa kegiatan ini bukan razia. DLH sudah menyosialisasikan program ini jauh hari agar masyarakat merasa tenang dan nyaman saat datang.
“Kami hadir untuk mendidik dan mendampingi, bukan menghukum,” tutupnya.









