Bawaslu Mukomuko buka posko pengaduan data pemilih

BATAMCLICK.COM : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, membuka posko pengaduan di kecamatan untuk menampung aspirasi masyarakat yang tidak masuk dalam data pemilih untuk Pilkada 2024 oleh petugas pemutakhiran data pemilih atau pantarlih.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mukomuko, Teguh Wibowo, saat dihubungi dari Mukomuko, Selasa (25/6), mengatakan bahwa posko pengaduan data pemilih dibuka di sekretariat Bawaslu dan seluruh sekretariat Panwaslu kecamatan yang tersebar di 15 kecamatan daerah ini.

“Mulai saat ini posko sudah bisa menerima pengaduan, tetapi masyarakat tidak serta-merta mengadu karena waktu pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih,” katanya.

BACA JUGA:   SELAMAT… Rizal Ramli Ketua Dewan Pakar Komite Khittah NU

Ia mengatakan, meskipun kegiatan coklit yang dilakukan KPU berlangsung selama satu bulan, pihaknya tetap melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada warga yang tidak terdata.

Terkait pengawasan coklit, ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengingatkan PPK dan PPS untuk aktif melakukan pengawasan terhadap pantarlih yang melakukan coklit data warga di wilayahnya masing-masing.

Kemudian, ia juga mengingatkan agar masyarakat menanyakan identitas petugas yang melakukan coklit data untuk mengantisipasi petugas gadungan yang memanfaatkan situasi dengan cara meminta data warga.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mukomuko, Marjono, mengatakan bahwa kegiatan coklit data warga yang tersebar di daerah ini merupakan tahapan Pilkada 2024 di daerah ini.

BACA JUGA:   Pertemuan Tahunan IMT-GT di Batam, Menko Airlangga Tekankan Integrasi Kawasan Masterplan Konektivitas Asean 2025

Ia menjelaskan, kegiatan coklit data warga untuk Pilkada tahun ini dilakukan selama satu bulan, dimulai dari tanggal 24 Juni hingga 24 Juli 2024.

Sementara itu, ia menjelaskan, sesuai data yang diturunkan dari KPU RI, yakni DP4, jumlah pemilih adalah 139.778 orang, meningkat dibandingkan Pemilu 2024 yang hanya 138.240 orang.

Ia mengatakan, jumlah petugas pantarlih yang tersebar di 148 desa dan tiga kelurahan di daerah ini sebanyak 549 orang yang ditugaskan untuk melakukan coklit data warga di 324 TPS.

Sumber : Antara