Perwako Pariwisata Batam Disiapkan, Pelaku Usaha Ingin Ada Aturan Main yang Jelas

BATAMCLICK.COM: Perwako Pariwisata Batam mulai disiapkan oleh para pelaku industri pariwisata. Mereka menilai Batam membutuhkan aturan daerah yang lebih jelas agar seluruh ekosistem pariwisata bisa tumbuh bersama, berjalan seimbang, dan memberi kepastian bagi pelaku usaha maupun wisatawan.

Selama ini, sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi Batam. Di dalamnya ada banyak pelaku yang saling berkaitan. Mulai dari travel agent, hotel, restoran, pemandu wisata, pengelola destinasi, hingga penyedia transportasi.

Namun, ekosistem itu membutuhkan aturan yang lebih spesifik. Undang-Undang Kepariwisataan memang sudah menjadi payung hukum, tetapi aturan tersebut masih bersifat umum.

Karena itu, para pelaku pariwisata di Batam mendorong lahirnya regulasi daerah yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Tim 11 Mulai Susun Draf

Dorongan tersebut kemudian diwujudkan dengan membentuk Tim 11. Tim ini berisi perwakilan asosiasi travel agent, pemandu wisata, hotel dan restoran, serta pelaku transportasi pariwisata.

Setelah mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Tim 11 mulai mengumpulkan berbagai persoalan yang selama ini muncul di sektor pariwisata.

Mereka juga mulai menyusun sejumlah poin yang dinilai penting untuk masuk dalam regulasi.

Rabu (23/9/2026) malam, Tim 11 kembali menggelar rapat di kawasan Batam Center. Dalam pertemuan itu, anggota tim menyampaikan berbagai masukan untuk memperkaya draf yang sedang disusun.

Selanjutnya, seluruh masukan tersebut akan dirangkum dan dibahas kembali sebelum diajukan kepada Wali Kota Batam.

Tim 11 terdiri dari:

  • Eva Betty Siahaan, penasihat Tim 11 sekaligus Ketua DPD ASITA Kepri.
  • Surya Wijaya, Ketua Tim 11, pendiri ASPABRI sekaligus Humas DPD ASITA Kepri.
  • Maryati, sekretaris Tim 11 sekaligus Sekretaris DPD ASITA Kepri.
  • Hanny, anggota Tim 11, pengurus DPD ASITA Kepri sekaligus dosen Ilmu Pariwisata UIB.
  • M. Ishak, anggota Tim 11 dan pengurus DPD ASITA Kepri.
  • Enly Yunaeni, anggota Tim 11, Wakil Ketua DPD ASITA Kepri sekaligus pendiri LSP Golf Kepri.
  • Tatik Manikowati, anggota Tim 11 dan pengurus DPD ASITA Kepri.

Ingin Pariwisata Batam Lebih Kondusif

Ketua Tim 11, Surya Wijaya, mengatakan regulasi tersebut dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih kondusif.

Menurutnya, setiap unsur dalam industri pariwisata harus bisa berjalan secara seimbang. Dengan begitu, perkembangan sektor pariwisata tidak hanya menguntungkan satu pihak.

“Kita ingin ekosistem ini berjalan baik, seimbang, dan dapat terus berkembang dengan kondusif serta memberikan manfaat positif bagi semua orang,” ujar Surya.

Ia mengatakan Tim 11 masih menggodok berbagai masukan yang masuk. Karena itu, draf yang ada saat ini belum menjadi dokumen final.

Dorong Standar Pelayanan Wisatawan

Penasihat Tim 11, Eva Betty Siahaan, menilai Perwako Pariwisata juga penting untuk membangun standar pelayanan bagi wisatawan yang datang ke Batam.

Menurutnya, aturan yang jelas akan memberikan kepastian bagi pelaku industri. Di sisi lain, wisatawan juga bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

“Ini sangat penting. Perwako di Kota Batam memang harus dibuat. Dengan begitu, industri pariwisata, khususnya travel agent, bisa lebih nyaman menjalankan bisnis di sini. Selain itu, kami juga bisa memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada para turis atau tamu yang datang ke Batam,” ujarnya.

Eva juga berharap perkembangan industri pariwisata ikut memberi dampak kepada UMKM.

“Dengan adanya aturan yang jelas, saya yakin pariwisata Batam bisa semakin berkembang dan UMKM juga ikut meningkat,” katanya.

Kejar Pariwisata yang Berkelanjutan

Sekretaris Tim 11, Maryati, melihat regulasi ini dari sisi keberlanjutan dan daya saing.

“Perwako Pariwisata Kota Batam sangat penting. Tujuannya agar pariwisata Kota Batam menjadi sustainable dan competitive,” ujarnya.

Sementara itu, Hanny menilai regulasi juga perlu mengatur standar pelayanan dan aspek keselamatan wisatawan.

“Penting sekali, sebab kita perlu punya standar yang berkelas. Kita ingin pariwisata berjalan kondusif. Tamu yang datang ke Batam juga harus merasa nyaman dan terjamin keselamatannya,” katanya.

M. Ishak berharap regulasi tersebut dapat mendorong pariwisata Batam menjadi lebih maju dan berkualitas.

“Pariwisata Kota Batam yang lebih maju dan berkualitas,” ujarnya.

Beri Kepastian bagi Pelaku Usaha

Anggota Tim 11, Enly Yunaeni, menilai Perwako juga perlu menjadi pedoman bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Menurutnya, kepastian aturan akan membantu pelaku usaha menjalankan kegiatan mereka sekaligus meningkatkan kualitas industri pariwisata Batam.

“Pentingnya adalah memberikan kepastian dan pedoman pelaksanaan dalam berusaha serta meningkatkan kualitas dan daya saing secara global,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Tatik Manikowati. Ia berharap aturan tersebut bisa menjadi salah satu dasar untuk menjaga kualitas pariwisata Batam.

“Sangat penting karena kita ingin menjaga pariwisata Batam menjadi lebih berkualitas,” katanya.

Draf Belum Final

Setelah menerima berbagai masukan, Surya akan mengelompokkan seluruh poin tersebut ke dalam draf regulasi.

Namun, ia menegaskan pembahasan masih berada pada tahap awal. Tim 11 akan kembali duduk bersama untuk membahas setiap poin secara lebih rinci.

“Ini belum final. Nanti setelah saya susun dan klasifikasikan, kita akan duduk lagi untuk membahas poin demi poin sebelum kita serahkan kepada Wali Kota Batam,” tutup Surya.(bos)