Bangka Tengah jaga persediaan gas elpiji jelang Idul Adha

BATAMCLICK.COM : Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus menjaga persediaan gas elpiji isi 3 kilogram menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah agar tetap mudah dibeli masyarakat.

“Gas 3 kilogram merupakan kebutuhan rumah tangga, jangan sampai langka maka persediaan kita jaga menjelang Idul Adha,” kat Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Bangka Tengah Irwandi di Koba, Kamis.

Ia menjelaskan, berdasarkan data saat ini pasokan gas elpiji isi 3 kilogram tercatat sebanyak 6.720 tabung setiap hari yang didistribusikan melalui tiga distributor yaitu PT Energi Gas Alam, PT Mercury Jaya Sakti dan PT Cahaya Bintang Kejora.

BACA JUGA:   Haaland Tanggapi Rumor Transfer Chelsea

“Tiga perusahaan tersebut merupakan distributor utama di Bangka Tengah yang menampung sebanyak 6.720 tabung gas setiap harinya untuk kemudian disalurkan kepada 239 pangkalan gas yang tersebar pada enam kecamatan,” ujarnya.

Menurut Irwandi, pasokan gas elpiji yang ada saat ini sudah memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat Hari Raya Idul Adha.

“Kalau stok saya pikir sudah mencukupi, hanya sekarang yang harus kita pastikan jangan sampai pendistribusiannya terhambat,” ujarnya.

Dengan persediaan gas elpiji 3 kilogram yang ada saat ini, kata Beben (panggilan akrab Irwandi) jauh dari kelangkaan kecuali terjadi penimbunan.

BACA JUGA:   Viral Hoaks Kabar Uya Kuya Meninggal Dunia, Istri Tempuh Jalur Hukum

“Maka pasokan gas elpiji ini perlu kita jaga dan diawasi, jangan sampai hilang dari peredaran karena penimbunan sehingga memicu tingginya harga,” ujarnya.

Wita, seorang ibu rumah tangga di Bangka Tengah menceritakan pengalamannya yang selalu kesulitan mendapatkan gas saat Hari Raya Idul Adha.

“Kalau gas di rumah habis saat Idul Adha, maka saya harus berkeliling dari warung ke warung untuk mendapatkannya,” ujarnya.

Kalaupun gas berhasil didapatkan, namun harganya jauh lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET).

“Kalau harga normalnya hanya berkisar Rp18 ribu hingga Rp25 ribu, namun saat gas menghilang maka harga biss naik menjadi Rp30 ribu dan bahkan harga bisa mencapai Rp35 ribu per 3 kilogram,” ujarnya.

BACA JUGA:   Roberto Mancini, Juara Eropa yang Baik Hati dan Tidak Sombong

Sumber : Antara