Kepala BKKBN tekankan pentingnya daerah sosialisasikan KB pria

BATAMCLICK.COM : Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo menekankan pentingnya daerah turut menyosialisasikan kontrasepsi atau KB pria (vasektomi) saat mengunjungi Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (20/5).

“Melihat pelayanan kontrasepsi, mantap, yakni steril untuk seumur hidup. Kita juga kampanye di mana-mana bahwa KB pria juga ditingkatkan,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Hasto juga menyampaikan bahwa pihaknya akan bertemu para penyuluh untuk kampanye KB pria, agar memberi edukasi pada masyarakat jika pemasangan KB tersebut aman dan tidak sakit.

BACA JUGA:   Ribuan Warga Batuaji Tumpah Ruah Hadiri Jalan Sehat Bersama Marlin 

“Disteril itu tidak apa- apa, dan juga sekarang ada KB susuk satu batang paling banyak dua batang. Ini praktis, pasangnya juga tidak sakit,” kata dia.

Dokter Spesialis Kandungan ini juga mengingatkan tentang pentingnya ber-KB agar jarak anak tidak terlalu dekat untuk mempercepat penurunan angka stunting.

“Jarak hamil dan jarak melahirkan juga menentukan anaknya stunting atau tidak,” ucapnya.

Dalam kunjungannya, Hasto juga mengapresiasi Kampung Keluarga Berkualitas Cempaka di Kota Palembang yang sangat komprehensif dalam penanganan stunting, mulai dari budidaya ikan, itik, burung dan lain-lain.

BACA JUGA:   Polisi Musi Rawas gelar baksos bersihkan fasilitas umum pasca-banjir

“Saya keliling Indonesia, di sini agak unik karena banyak yang langka. Ada berbagai budidaya yang menjadi pembeda di sini. Saya kira praktik di sini juga praktik penurunan angka stunting,” tuturnya.

Sebelumnya, Hasto juga mengajak para pria atau suami untuk tidak ragu menjalani vasektomi karena gratis, bahkan bisa mendapatkan uang istirahat.

“Sampai hari ini tidak hanya vasektomi, tubektomi (KB jangka panjang untuk perempuan) kita gratiskan. Jadi ayolah, teman-teman kalau ada yang sudah memenuhi syarat dan tertarik vasektomi, ayo kita vasektomi, kalau biaya sendiri kan bisa Rp2-3 juta, tetapi ini dibayar oleh pemerintah secara gratis,” ujarnya.

BACA JUGA:   Kolombia putus hubungan dengan Israel akibat "genosida" di Jalur Gaza

Ia juga menjelaskan, bahkan ada tambahan dana untuk beristirahat bagi suami yang bersedia menjalani vasektomi.

“Kemudian diberikan uang untuk istirahat tiga hari gitu ya, belum banyak sih, umumnya Rp300 ribu rupiah, itu untuk uang istirahat. Beberapa bupati atau wali kota di daerah tertentu bahkan kasih bonus, supaya sukses vasektomi dan peran pria itu menjadi lebih bagus,” kata Hasto.

Sumber : Antara