Buronan Interpol Jepang Ditangkap di Batam

Batamclick.com, Batam – Warga Negara asal Jepang berinisial YY (40) akan segera dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam ke negara asal untuk proses hukum. YY diketahui telah berada selama 3 tahun dan berpindah tempat di daerah Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum HAM Kepri I Nyoman Gede Surya Mataram mengatakan Yusuke diamankan saat ikut dalam rombongan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tujuan Malaysia dari Batam, Kepri.

Pengungkapan tersebut dibantu oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kanwil Kemenkumham ) Kepri yang bekerjasama dengan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Barelang dan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

Dijelaskan I Nyoman Gede Surya Mataram selaku Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri mengatakan YY berhasil diamankan di Pulau Bulan.

BACA JUGA:   Ingin Selalu Bahagia? Wagub Marlin Ajak Perbanyak Berbagi

“Pengungkapan tersebut berawal pada hari Rabu, (31/1/2024) lalu, dimana saat itu Satpolairud Polresta Barelang melakukan patroli di Pulau Bulan dan berhasil menahan satu buah kapal yang memuat tujuh orang penumpang,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers di Aula Kantor Imigrasi Batam. Rabu, (21/2/2024).

Lebih lanjut Surya menjelaskan, diantaranya tujuh orang tersebut, ada salah satu orang warga negara jepang yang diduga tidak memiliki kelengkapan indentitas diri.

“Saat dibawa ke Polresta Barelang dan dilakukan interogasi terhadap ke tujuh orang tersebut, diketahui 2 orang sebagai ABK dan 4 orang WNI serta satu orang WNA yang hendak masuk ke Malaysia lewat jalur tikus,” kata Surya.

Setelah itu, kata Surya, pada hari Jumat, (2/2/2024) pihak kepolisian menyerahkan WNA tersebut kepada Imigrasi Batam.

BACA JUGA:   Pernyataan Lengkap Kapolri Tindak 25 Polisi Diduga Hambat Kasus Brigadir J

“Kemudian dilakukan serah terima, Imigrasi segera melakukan pemeriksaan dan diketahui nama aslinya berinisial YY berasal dari negara jepang dan telah menjadi DPO Interpol dengan kasus dugaan penipuan,” terang Surya lagi.

Surya juga menambahkan, YY awal masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta pada bulan april tahun 2021 silam.

“Saat YY masuk ke Indonesia, ia belum ditetapkan sebagai DPO oleh Interpol. Pada tahun 2022, Interpol berkordinasi bersama Divhubinter Polri dalam mencari keberadaan YY yang sudah menjadi DPO pada saat itu,” jelas Surya.

Surya juga mengatakan, bahwa YY yang mengetahui dirinya telah masuk ke daftar pencarian orang, ia datang ke Batam mengunakan pesawat jalur domestik hingga ingin masuk ke Malaysia melalui jalur tikus dari Batam.

BACA JUGA:   Madrid Jumpa PSG, Kroos: Lawan yang Menarik

“YY yang saat itu hendak lari ke Malaysia berhasil ditangkap, dan terhadapnya, akan dikenakan Deportasi dari wilayah Indonesia untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut oleh pemerintah Jepang,” tutur Surya.