Surat Edaran Disdik Tanjungpinang, Langkah Kecil Menuju Generasi Berkarakter

BATAMCLICK – TANJUNGPINANG: Pagi belum sepenuhnya terang di Tanjungpinang, tapi suara lantunan ayat suci sudah menggema dari ruang-ruang kelas. Di sudut lain, anak-anak dengan tangan tertangkup khusyuk menunduk, melafalkan doa dengan suara pelan namun penuh harap.

Itulah wajah baru pagi di sekolah-sekolah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Sebuah kebiasaan yang perlahan mulai tumbuh, berangkat dari sebuah surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Surat edaran bernomor B/420/10/5.3.04/2025 itu diteken langsung oleh Kepala Disdik Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, pada 1 Mei 2025. Isinya sederhana, namun sarat makna: membiasakan peserta didik menjalankan ibadah sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

“Kebijakan ini berlaku untuk semua satuan pendidikan, dari PAUD hingga SMP, baik negeri maupun swasta,” kata Teguh saat dihubungi, Minggu.

Melalui kebijakan ini, pemerintah kota ingin menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini. Siswa Muslim, misalnya, akan membaca Al-Qur’an sebelum pelajaran dimulai. Anak-anak dari agama lain juga diajak untuk berdoa sesuai kepercayaannya.

Namun yang paling menarik dari program ini, bukan sekadar rutinitas pagi di ruang kelas. Di balik surat edaran itu, terselip harapan: membentuk generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan keyakinan.

“Ini bagian dari membangun karakter. Kita ingin anak-anak tumbuh dengan fondasi moral dan spiritual yang kuat, karena itu akan menjadi pegangan mereka sepanjang hidup,” ujar Teguh.

Kebijakan ini juga menekankan peran orangtua. Dalam edaran disebutkan pentingnya membiasakan ibadah tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah—seperti salat berjamaah, mengaji, atau mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing.

“Orangtua memegang peranan penting dalam keberhasilan pembiasaan ini. Sekolah dan rumah harus berjalan seiring,” tambah Teguh.

Langkah ini merupakan bagian dari Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebuah inisiatif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Gerakan ini menekankan nilai-nilai pembiasaan baik, mulai dari berdoa, jujur, hingga berdisiplin.

Disdik Tanjungpinang menilai, menumbuhkan kebiasaan baik sejak dini adalah investasi jangka panjang. Karena pendidikan, sejatinya, bukan hanya tentang angka di rapor, tapi tentang membentuk manusia yang utuh.

“Semoga ini jadi awal yang baik. Kita ingin menciptakan generasi masa depan yang tak hanya pintar, tapi juga punya hati yang lembut dan karakter yang mulia,” tutup Teguh penuh harap.

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang semakin kompetitif, mungkin inilah langkah kecil yang bisa mengingatkan kita pada esensi pendidikan yang sesungguhnya: menjadikan anak-anak bukan sekadar pintar, tapi juga bermakna bagi sesama dan lingkungannya.

Editor: Bosanto