Pemkot Makassar miliki perpustakaan konsep mini cafe dan museum

BATAMCLICK.COM : Pemerintah Kota Makassar resmi memiliki perpustakaan dengan konsep unik yakni perpustakaan konsep mini cafe dan museum yang merupakan Perpustakaan Umum Kecamatan Panakkukang di Jalan Paropo 2 No. 38 Kota Makassar.

“Perpustakaan dengan konsep berbeda ini mengusung tema kekinian dan wisata budaya. Perpustakaan ini ada mini kafe dan mini museum,” kata Kepala Perpustakaan Umum Panakkukang Yahya Syamsuddin di Makassar, Selasa.

Perpustakaan berlantai 2 ini didesain mini bar kafe dan mini museum yang dilengkapi buku-buku daerah Makassar untuk lantai 1 dan layanan pertemuan serta area baca anak di lantai 2.

BACA JUGA:   Polisi kejar pelaku jambret di kawasan CFD Thamrin-Sudirman

Pengunjung dapat menikmati berbagai bacaan buku, wisata budaya sekaligus nongkrong di kafe yang dilengkapi wifi dari jam 12 siang sampai jam 12 malam. “Di sini biasa juga jadi tempat nonton bareng (Nobar),” tambah Yahya.

Perpustakaan binaan Dinas Perpustakaan Makassar yang terletak di salah satu pemukiman tertua di Kota Makasaar yakni Kampung Paropo ini menyediakan juga pernak pernik atau merchandise khas Kampung Paropo yang dapat dibeli sebagai cenderamata seperti gantungan kunci dan baju kaos.

“Sudah banyak yang berkunjung ke sini untuk belajar sejarah termasuk ada dari rombongan Papua,” kata Yahya.

BACA JUGA:   Pemkab Kuningan gandeng UMKM bantu turunkan kasus stunting

Produk yang dijajakan serta cafe yang tersedia di perpustakaan memberikan sumbangsih ekonomi untuk keberlangsungan perpustakaan.

Pustakawan Dinas Perpustakaan Kota Makassar Tulus Wulan Juni sangat mengapresiasi kreativitas tenaga perpustakaan untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang menarik dan nyaman untuk Pemustaka.

“Ini keren konsepnya dan saya tidak menyangka banyak sekali perubahan di Perpustakaan Umum Kecamatan Panakkukang di tengah banyak keterbatasan yang dialami oleh perpustakaan,” ujarnya.

Tulus mengimbau agar pemerintah dan pengurus perpustakaan terus semangat sebab perpustakaan tidak hanya tempat membaca saja tetapi juga menjadi wadah rekreasi/ wisata yang positif, wadah kreativitas masyarakat dan membangun jiwa kemandirian.

BACA JUGA:   Kata Ancelotti soal Eden 'Cedera' Hazard di Real Madrid

Sumber : Antara