BPBD Lebak sebut 481 lokasi terdampak bencana alam Januari-Mei 2024

BATAMCLICK.COM : Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyebutkan 481 lokasi terdampak bencana alam di wilayah Lebak selama periode Januari hingga 9 Mei 2024 dengan kerugian sekitar Rp30 miliar.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Rangkasbitung, Lebak, Minggu mengatakan bencana alam yang terjadi itu akibat cuaca buruk yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir, beruntung bencana alam tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

BPBD Lebak melaporkan pada 481 lokasi yang terdampak bencana alam itu berupa banjir, longsor, pergerakan tanah dan angin puting beliung dengan kategori rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

BACA JUGA:   Luhut Minta Semua Persiapan G20 Rampung Oktober

Diperkirakan kerugian bencana alam tersebut sekitar Rp30 miliar, termasuk kerusakan infrastruktur pemukiman dan dampak ekonomi yang ditimbulkan,”katanya menjelaskan.

Menurut dia, BPBD Kabupaten Lebak memetakan daerah rawan bencana alam di Kabupaten Lebak tersebar di 15 kecamatan, termasuk bencana tsunami.

Potensi alam di daerah rawan bencana alam itu, karena terdapat pegunungan, perbukitan, aliran sungai dan pesisir pantai.

“Kami minta masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca buruk yang berpotensi dalam beberapa pekan ke depan,”katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, pihaknya bersama tim relawan selama 24 jam memberlakukan siap siaga menghadapi cuaca ekstrem itu karena berpotensi menimbulkan bencana alam.

BACA JUGA:   Blunder soal Foto Jokowi Sungkem ke Ma'ruf Amin, Yusuf Mansur Minta Maaf

BPBD Lebak kini menyiapkan peralatan evakuasi juga ketersediaan logistik untuk penanggulangan bencana agar mereka dapat ditangani dengan baik dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Selain itu juga pihaknya meminta penanganan pascabencana melibatkan semua pihak yang terlibat baik masyarakat, media, mahasiswa, pengusaha, relawan dan lainnya

“Kami sekarang memasuki masa pancaroba dengan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk kemudahan komunikasi agar penanganan bencana alam berjalan maksimal, katanya menjelaskan.

Sumber : Antara