Pemkot Batam tangani kebutuhan makam hingga air bersih di Sei Beduk

Batamclick.com,
Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan pembangunan di Kecamatan Sungai Beduk terus berjalan, mulai dari perluasan lahan pemakaman, pembangunan jalan, penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga penanganan gangguan distribusi air bersih.

Terkait kebutuhan lahan pemakaman, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRPLH) Kota Batam Eryudhi Apriadi menjelaskan bahwa pemerintah telah mengusulkan perluasan lahan pemakaman di sejumlah wilayah.

“Khusus Kecamatan Sungai Beduk, lahan yang diusulkan mencapai 23,5 hektare,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.

Dari total lahan tersebut, kata dia, proses persetujuan pinjam pakai lahan seluas 4,76 hektare telah memasuki tahap akhir di tingkat pusat.

“Untuk mempercepat proses di pusat, pengajuan pinjam pakai lahan kami lakukan secara bertahap. Saat ini proses untuk lahan seluas 4,76 hektare sudah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu rapat pimpinan,” kata Eryudhi.

Pada sektor infrastruktur, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam Metra Dinata menyampaikan pembangunan tahap pertama Jalan Lingkar Selatan.

“Pembangunan dari Simpang Sei Tanjung menuju Kantor Camat Sungai Beduk sepanjang 2,4 kilometer, sedang berjalan pada 2026. Pembangunan direncanakan berlanjut hingga Dam Duriangkang untuk meningkatkan konektivitas dan membantu mengurai kemacetan,” katanya.

Sementara itu penambahan PJU di sepanjang Jalan S. Parman dan Kampung Duriat dilakukan secara bertahap melalui sinergi Pemkot Batam dan Badan Batam.

Mengenai gangguan distribusi air bersih, Perwakilan Teknis BP Batam Deni Tondano bersama Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjelaskan sejumlah tantangan.

“Ada beberapa masalah, satu jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun perlu di revitalisasi. Lalu kendala sistem pemantauan distribusi, hingga penurunan volume air baku akibat rendahnya curah hujan beberapa waktu ini,” kata Amsakar.

Amsakar mengajak masyarakat turut menjaga kawasan tangkapan air (catchment area) dan menggunakan air secara bijak untuk membantu mempertahankan ketersediaan air baku.

“Persoalan air bersih ini sangat kompleks. Karena itu saya memohon kerja sama warga untuk menjaga kawasan tangkapan air dan menghemat penggunaan air bersih di rumah tangga,” ujarnya.

Sumber, Antara