Kominfo Kota Serang akui kesulitan memblokir situs judi online

BATAMCLICK.COM : Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Banten mengakui kesulitan dalam memblokir situs judi online karena adanya kemunculan situs yang serupa.

Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Kota Serang, Ahdi Haikal, di Serang, Selasa, mengatakan langkah Kominfo untuk memberantas judi online terus dilakukan diantaranya dengan melakukan pemblokiran.

“Kita sudah melakukan langkah filterisasi. itu berdasarkan namanya filter tentang konten pornografi, judi online ataupun kekerasan,” katanya.

Menurutnya saat ini situs judi online sangat masif di website karena setelah dilakukan pemblokiran situs tersebut akan kembali muncul dengan situs yang serupa.

BACA JUGA:   Kuburkan Peti Mati yang Ternyata Kosong, Tim COVID: Gede dan Berat

“Kita punya daftar itu dari website atau internet jadi kalau kita ngeblok situs yang A maka akan muncul lagi situs yang B, ngeblok yang B muncul lagi yang C, jadi sebenarnya kita kejar-kejaran juga dengan judi online ini,” katanya.

Ia mengatakan dari mulai tahun 2023 hingga saat ini hampir 1.000 situs judi online telah dilakukan pemblokiran oleh Kominfo. Dan setiap harinya akan terus dilakukan pengawasan dan terus melakukan pemblokiran apabila situs serupa kembali muncul.

“Kalau misalkan pegawai atau warga yang menggunakan fasilitas dari Kominfo ikhtiar kita udah memblokir semuanya. Tapi kadang-kadang dari ASN atau warga mengaksesnya itu dari paket data dan itu bukan kewenangan kita. Kalau dari paket data kita tidak bisa ngeblok atau ngontrol,” katanya.

BACA JUGA:   Jefridin Hamid: Dari Guru Menjadi Calon Pemimpin yang Inspiratif di Kota Batam

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Serang Arif Rahman Hakim mengatakan sebagai upaya pencegahan Kominfo juga akan melakukan konsultasi kepada pimpinan, apakah perlu dibentuk satgas untuk mengawasi atau mensosialisasikan pemberantasan judi online di Wilayah Kota Serang.

“Wali Kota Serang juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait pemberantasan judi online, kita sudah lakukan sosialisasi agar dilaksanakan oleh kepala OPD, camat dan lurah termasuk ASN agar tidak terlibat dan sebagai pelaku judi online,” katanya.

Untuk di lingkungan pegawai Kominfo pihaknya mengaku sudah dilakukan pemeriksaan dan sudah amatkan kepada kepala bidang untuk mengawasi sampai ke staf masing-masing.

BACA JUGA:   Pemprov Hibah Lahan 2 Hektar di Dompak Untuk Stasiun TVRI

“Sebelum berita judi online ini mencuat juga saya selalu mengingatkan kepada jajaran agar jangan terlibat dan bermain judi online,” katanya.

Dengan maraknya judi online saat ini ia meminta seluruh pihak terlibat dalam upaya mengedukasi masyarakat bahwa judi online merupakan tindakan yang ilegal.

SUMBER : ANTARA