Batam mengukir sejarah baru lewat ekspor struktur wind tower Empire Wind ke Amerika Serikat, simbol kekuatan industri dan harapan untuk masa depan energi terbarukan.
Empire Wind bukan hanya nama proyek, tapi juga lambang harapan baru yang bertiup dari Batam menuju Pantai Timur Amerika Serikat.
Senin pagi yang hangat di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam, menjadi saksi bisu saat Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berdiri menyaksikan pelepasan struktur wind tower proyek Empire Wind. Struktur raksasa berbobot 4.200 ton itu siap mengarungi lautan menuju tugas mulianya: menopang turbin angin lepas pantai sebagai sumber energi bersih dunia.
Proyek ini merupakan buah kerja sama antara Seatrium Batam Yard dan Equinor, bernilai USD 22 juta, melibatkan 4.000 tenaga kerja selama 1,5 tahun. Dari tahap desain hingga pengelasan terakhir, tangan-tangan terampil anak bangsa ikut memberi bentuk pada masa depan energi global.
“Ini pencapaian luar biasa. Batam tidak hanya bersaing di tingkat nasional, tapi sudah tampil di panggung dunia,” kata Amsakar dengan penuh semangat. “Kami bangga karena produk Batam kini ikut membangun dunia yang lebih hijau.”
Simbol Kekuatan Industri Batam
Bagi Amsakar, pelepasan ini lebih dari sekadar seremoni pengiriman. Ia menyebutnya sebagai simbol kekuatan industri Batam, hasil dari kemitraan yang kuat, kerja keras, dan dedikasi ribuan orang. Ia berharap, keberhasilan ini menjadi jalan pembuka bagi proyek-proyek besar selanjutnya.
“Mudah-mudahan ini jadi awal dari semakin banyak proyek masuk ke Batam. Dari situ, kita bangun lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat,” harapnya.
Di penghujung sambutan, Amsakar menegaskan satu hal, “Selamat atas capaian ini dan terima kasih untuk kerja luar biasa. Ini kebanggaan bagi kita semua.”
Dukungan juga datang dari Presiden Direktur Seatrium Batam Yard, Cai Yi Xiang, yang tak lupa memuji semangat dan dedikasi seluruh tim. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai wujud nyata dari komitmen terhadap keselamatan, kualitas, dan kolaborasi lintas budaya.
“Proyek ini penuh tantangan, namun kami menuntaskannya tepat waktu tanpa satu pun insiden. Itu semua berkat kerja tim yang luar biasa,” ucapnya.
Sementara itu, Project Manager Equinor, Sibjin Lomheim, mengaku terkesan dengan profesionalisme dan kerja keras tim Batam. “Ini hasil luar biasa. Batam punya peran penting dalam proyek ini, dan kami sangat menghargainya,” tuturnya.
Struktur wind tower yang kini menyeberangi samudera bukan sekadar rangka baja. Ia membawa nama Batam. Cerita ribuan pekerja. Ia membawa harapan bahwa dari ujung Kepri, kita bisa menyentuh dunia.
Dan nama Empire Wind, kini jadi bagian dari sejarah industri Batam—sebuah hembusan angin dari timur yang membawa perubahan global.









