Wali Kota Batam dan Gemerlap Pawai Takbir Idul Adha, Merajut Kebersamaan di Tengah Keberagaman

BATAMCLICK.COM: Suasana malam takbiran Idul Adha 1446 Hijriah di Kota Batam memancarkan kehangatan dan kebersamaan. Kamis (4/6/2025) malam itu, Dataran Engku Hamidah, Batam Centre, berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga dari berbagai penjuru Batam berkumpul, menyatu dalam harmoni, menyambut Pawai Takbir Tingkat Kota Batam dengan hati penuh suka cita.

Cahaya lampu warna-warni berpadu indah dengan ornamen bernuansa Idul Adha yang menghiasi 35 mobil hias dan 18 kendaraan pendamping. Setiap kendaraan melaju perlahan, membawa pesan syiar Islam yang menggetarkan jiwa. Gema takbir, tahmid, dan tahlil menggema sepanjang rute pawai, menghadirkan suasana religius yang menyentuh hati.

Pawai ini tak hanya sekadar perayaan. Bagi Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, ini adalah wujud nyata kebersamaan yang terus dirawat dan dijaga. Sebelum melepas iring-iringan peserta pawai, Amsakar menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi.

“Terima kasih kepada seluruh peserta pawai takbir dan masyarakat Kota Batam yang memadati Dataran Engku Hamidah malam ini. Semoga gema takbir ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang nilai keikhlasan, kepatuhan, dan pengorbanan,” tutur Amsakar dengan suara penuh ketulusan.

Bagi Amsakar, Idul Adha bukan hanya tentang kurban, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai spiritual yang menjadi pondasi kehidupan. Ia mengajak seluruh warga Batam untuk memaknai Idul Adha sebagai momentum memperkuat iman dan semangat gotong royong dalam membangun kota tercinta ini.

“Kita hidup di kota yang majemuk. Justru di situlah letak kekuatan kita. Keberagaman harus menjadi pemersatu, bukan pemisah,” sambungnya. Ia menekankan pentingnya merawat tradisi takbir keliling sebagai simbol persatuan di tengah perbedaan.

Sepanjang pawai, warga menyambut dengan wajah ceria, tangan melambai-lambai menyemangati para peserta. Anak-anak duduk di pundak ayah mereka, menyaksikan mobil-mobil hias yang berkilau bagai bintang di malam hari. Suasana penuh syukur dan haru, membuktikan bahwa semangat Idul Adha adalah milik bersama, tanpa memandang latar belakang atau suku.

Pawai Takbir malam itu menempuh rute yang cukup panjang: mulai dari Dataran Engku Hamidah, melintasi Simpang Pollux, Simpang Kepri Mall, Fly Over Laluan Madani, hingga akhirnya finis di Polsek Batu Ampar. Namun, lelah dan letih seakan sirna dalam hangatnya kebersamaan.

Bagi Amsakar, pawai ini bukan hanya ritual tahunan, tetapi napas yang terus hidup. “Mari kita jaga semangat ini. Mari kita terus gaungkan syiar Islam, kedamaian, dan semangat gotong royong di tengah kehidupan masyarakat Batam,” pesannya menutup malam takbiran yang berkesan.

Idul Adha 2025 di Kota Batam telah menjadi momen yang tak sekadar dirayakan, tetapi dirasakan di hati. Di setiap gema takbir dan kerlip lampu mobil hias, terpatri pesan abadi: kebersamaan adalah kekuatan sejati untuk membangun masa depan yang lebih baik.***